Kamis, 4 Juni 2026

Mayat Kali Cikapundung Punya Empat KTP

BANDUNG, TRIBUN - Mayat pria bertato kupu-kupu di lengan kiri menggegerkan warga Regol.

Tayang:
Penulis: Dicky Fadiar Djuhud | Editor: Giri
BANDUNG, TRIBUN - Mayat pria bertato kupu-kupu di lengan kiri dan dua ekor ikan seperti lambang astrologi pisces di lengan kanan yang menggegerkan warga Regol. Dia diduga kuat adalah maling yang menceburkan diri ke Kali Cikapundung di wilayah Lengkong, Bandung, Senin (18/6) lalu.

Warga di kawasan bantaran Kali Cikapundung di Kecamatan Regol, Rabu (20/6) sekitar pukul 08.30, heboh saat menemukan mayat pria dengan posisi telungkup tersangkut di pinggir kali tersebut.

Mayat pria bertato itu memiliki empat KTP dengan empat nama berbeda yang ditemukan dalam dompetnya. Pria itu memiliki kemiripan dengan ciri-ciri yang diberikan oleh sejumlah warga saat peristiwa pencurian terjadi di kawasan RT 04/07 Kelurahan Cikawao, Kecamatan Lengkong, Bandung, Senin lalu.

"Iya, ini orangnya. Waktu itu sekitar jam lima sore. Cuma dia pakai topi, pakai jaket. Kalau topinya hanyut pas nyebur ke kali waktu warga ngejar. Kalau jaket, kayaknya dibuang," kata Tedi Setiadi (43), seorang warga Pangarang, Lengkong yang pada Senin (18/6) lalu ikut mengejar maling saat melihat foto yang diberikan oleh polisi.

Linda Noviani (25), korban pencurian laptop merek Bion dan ponsel Samsung Wave 525 di RT 04/07 Kelurahan Cikawao, Kecamatan Lengkong, Bandung, pada Senin (18/6) lalu mengungkapkan, kalau dia tidak begitu memperhatikan pelaku pencurian.

Pada saat itu, ia tengah memasak di dapur. Hanya salah seorang penghuni kos yang sempat menerima dua tamu, satu pria dan wanita yang belakangan diduga pelaku pencuri. Temannya itu mengetahui ciri-ciri kedua orang tersebut. 

"Waktu itu saya lagi masak, ada cewek sama cowok masuk. Awalnya tanya-tanya harga kamar kosan. Saya dengar dari dapur. Teman saya yang tahu. Katanya sempat lihat-lihat kamar saya. Sudah masak, saya masuk kamar, hape sama laptop enggak ada," ujar Linda saat ditemui di tempat kosan yang ditempati bersama suaminya.

Kasat Reskrim Polrestabes Bandung AKBP Wijonarko didampingi Kapolsek Regol Kompol Anwar Haidar bersama sejumlah anggota yang sempat melakukan penyisiran guna meyakinkan keterkaitan temuan mayat dengan pelaku pencurian di lokasi berbeda itu.

Mereka meminta keterangan dari sejumlah warga yang mengetahui peristiwa maling yang nekat menceburkan diri ke Kali Cikapundung di wilayah Lengkong. 

Maling tersebut diduga ketakutan karena massa sudah mengepung bantaran kali di sisi kiri, kanan, maupun di atas jembatan.

Jarak dari lokasi maling menceburkan diri di wilayah Lengkong ke lokasi temuan mayat pria bertato sekitar satu kilometer. Dugaan mayat pria yang dalam saku celananya ditemukan kunci astag itu adalah orang yang sama mendekati kebenaran. 

"Kami masih selidiki. Korban yang waktu itu dicuri barangnya masih dimintai keterangannya di Mapolsek Regol. Hp yang hilang itu benar milik korban atau bukan. Dari situ kami akan selidiki lebih jauh. Mayat pria itu kan punya identitas banyak, jadi masih kami seldiki," ujar Kasat Reskrim saat ditemui di lokasi kosan Linda. 

Sementara itu, Kapolsek Regol yang memiliki foto pria bertato yang ditemukan warga di wilayah Regol, sempat menunjukkan kepada warga di lokasi kejadian maling menceburkan diri ke Kali Cikapundung di wilayah Lengkong. Sebagian besar warga merasa yakin, mayat pria tersebut adalah orang yang sama dengan pria yang didapuk sebagai maling.(*)
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved