Nelayan Kecil Sulit Peroleh Kredit Perbankan
Sabtu, 16 Juni 2012 15:03 WIB
Berita Terkait
- Diterjang Badai di Majingklak, Kapal Nelayan Tenggelam
- Dua Nelayan Selamat Setelah Terombang-ambing 21 hari
- Lahirkan UMKM Kelautan, Perlu Peran Pemerintah
- Hasil Kelautan Dapat Bernilai Tambah Jika Diolah
- Nelayan Masih Fokus Hasil Penangkapan
- Jabar Minim UMKM Perikanan
- KPK Didesak Usut 'Permainan' di Kementerian Kelautan…
- Jabar Siapkan Bantuan Beras Untuk Nelayan
- Nelayan Pantai Selatan Mulai Melaut
- Diversifikasi Untuk Dongkrak Produktivitas Nelayan
BANDUNG, TRIBUN - Sampai saat ini, tidak seluruh lapisan
masyarakat di negara ini, termasuk Jabar yang menikmati fasilitas
kredit perbankan secara mudah. Kondisi itu dialami kalangan nelayan,
khususnya yang berskala kecil di tatar Pasundan.
"Sampai saat ini kalangan nelayan kecil sulit memperoleh kredit perbankan," ujar Ketua DPD Perhimpunan Petani dan Nelayan Sejahtera Indonesia (PPNSI) Jabar, Bahruzin, Sabtu (16/6).
Menurutnya, ada beberapa hal yang menyebabkan kalangan nelayan kecil sulit memperoleh fasilitas kredit perbankan. Di antaranya berkaitan dengan persyaratan agunan.
"Mayoritas nelayan kecil tidak memiliki jaminan. Itu yang membuat mereka sulit memperoleh kredit perbankan. Selain itu, faktor suku bunga pun masih jadi kendala. Nilai suku bunganya masih tinggi. Tidak heran, apabila untuk memenuhi kebutuhannya, mereka meminjam dana kepada tengkulak atau rentenir," tutur Bahruzin.
Lain halnya dengan nelayan besar dan kalangan juragan. Mereka, kata Bahruzin, dapat mengakses dan memperoleh kredit perbankan lebih mudah. (*)
"Sampai saat ini kalangan nelayan kecil sulit memperoleh kredit perbankan," ujar Ketua DPD Perhimpunan Petani dan Nelayan Sejahtera Indonesia (PPNSI) Jabar, Bahruzin, Sabtu (16/6).
Menurutnya, ada beberapa hal yang menyebabkan kalangan nelayan kecil sulit memperoleh fasilitas kredit perbankan. Di antaranya berkaitan dengan persyaratan agunan.
"Mayoritas nelayan kecil tidak memiliki jaminan. Itu yang membuat mereka sulit memperoleh kredit perbankan. Selain itu, faktor suku bunga pun masih jadi kendala. Nilai suku bunganya masih tinggi. Tidak heran, apabila untuk memenuhi kebutuhannya, mereka meminjam dana kepada tengkulak atau rentenir," tutur Bahruzin.
Lain halnya dengan nelayan besar dan kalangan juragan. Mereka, kata Bahruzin, dapat mengakses dan memperoleh kredit perbankan lebih mudah. (*)
Penulis : win
Editor : dar