Imigran Timur Tengah Sembunyi di Tretes
Selasa, 12 Juni 2012 22:28 WIB
Share |

PASURUAN, TRIBUN - Polisi terpaksa mengalah ketika sekitar 15 imigran gelap asal Timur Tengah menolak dibawa ke Mapolres Pasuruan, Selasa (12/6/2012).

Mereka dikembalikan lagi ke vila tempat mereka menginap di Tretes, Pandaan.Namun petugas mengawasi mereka dengan ketat sambil menunggu petugas Imigrasi datang.

Para imigran tersebut ngotot untuk meminta perwakilan kedutaan mereka untuk datang menemui mereka. Salah satu imigran menjelaskan kepada polisi bahwa mereka sebenarnya memiliki surat-surat keimigrasian, namun semua berkas mereka dibawa oleh seseorang yang mereka panggil 'Bos'. Diduga Bos inilah yang memfasilitasi mereka untuk mencari suaka ke Australia.

Kabag Ops Polres Pasuruan mengatakan pihaknya tidak bisa memaksa mereka dengan cara kekerasan untuk ikut ke kantor polisi, karena di antara mereka terdapat wanita dan anak-anak serta dua imigran cacat di kakinya. Salah satunya memakai kursi roda.

Pihak keamanan siang tadi sebetulnya telah meminta mereka dengan baik-baik untuk ikut ke polres guna diamankan dan didata. Namun salah seorang imigran mengancam akan membanting anaknya ke aspal apabila petugas mendekat.

Akhirnya satu keluarga yang terdiri dari dua wanita dewasa, dua laki-laki dan tiga anak kecil tersebut dibiarkan petugas karena  tidak mau mengambil risiko adanya korban.

Sedangkan puluhan imigran gelap lainnya berhasil kabur ke berbagai arah karena polisi yang mengepung jumlahnya kalah banyak dibanding jumlah imigran.

Menurut S(30) penjaga vila yang disewa para imigran, orang-orang tersebut datang ke vilanya sejak dua hari lalu. Mereka diantar oleh beberapa orang yang diduga sindikat yang mengatur pelarian mereka menuju Australia. ''Waktu pertama datang jumlahnya sekitar 70-an orang, namun karena kemarin malam di antara mereka sempat terjadi keributan ,akhirnya rombongan sekitar 30 orang pergi tadi malam dengan dikawal orang yang mengaku dari Surabaya," tutur S kepada wartawan.

Mereka diduga sebagian imigran gelap yang berhasil kabur setelah kapal yang mereka tumpangi terdampar di perairan Lekok beberapa waktu lalu. Di antara mereka kebanyakan kaum wanita dan anak-anak. Dalam rombongan yang dikumpulkan di vila tretes  terdapat juga empat pemuda yang mengaku dari Nepal. Mereka bertujuan sama, mencari suaka ke Australia.(*)


Editor : rie
Sumber : Tribunnews