Guru Jangan Hanya Buru Gelar Untuk Sertifikasi
Selasa, 12 Juni 2012 19:50 WIB
Berita Terkait
- Polisi Tahan Pembuat dan Pemakai Ijazah Palsu
- Wah, Website Ijazah Palsu Masih Aktif
- Narapidana LP Salemba, Otak Komplotan Ijazah Palsu
- Bisnis Ijazah Palsu Masih Subur, ke Mana Aparat Kita?
- Kisah Bisnis Ijazah Palsu yang Pernah Terungkap
- Laporkan Penjual dan Pembeli Ijazah Palsu
- Disdik Garut Tak Tahu Kuliah Jarak Jauh di Limbangan
- Ijazah Palsu Belum Sempat Dipakai Untuk Persyaratan…
- Dewan Garut Panggil Kadisdik Terkait Ijazah Palsu
- Korban Minta Polisi Benar-benar Usut Kasus Ijazah…
GARUT, TRIBUN - Ketua Komisi D DPRD Garut, Helmy Budiman meminta agar para guru dapat lebih selektif dalam memilih lembaga pendidikan. Mereka diharapkan tidak hanya mengejar gelar sarjana untuk kepentingan persyaratan sertifikasi.
"Tempuhlah jalur yang benar. Jangan mudah tergiur dengan tawaran-tawaran yang tidak jelas," katanya, Selasa (12/6).
Ketua Serikat Guru Indonesia (Segi) Kabupaten Garut, Imam Tamamu Taufiq meminta agar Pemkab Garut dalam hal ini dinas pendidikan segera bertindak tegas agar tidak menelan korban berikutnya.
Menurutnya, disdik harus proaktif agar tidak ada kesan pembiaran sehingga merugikan para guru. Selama proses perkuliahan jarak jauh itu berlangsung di SMA Negeri 13 Limbangan, disdik terkesan membiarkan.
"Disdik Garut harusnya melakukan pengkajian untuk mendalami prosedurnya. Para guru yang menjadi korban ijazah palsu itu harus diberikan advokasi oleh disdik. Disdik harus bertanggung jawab," ujar dia.
Ia berharap, terbongkarnya kasus ijazah palsu itu dapat menjadi bahan pembelajaran bagi guru di Kabupaten Garut agar tidak menjadi korban sindikat perkuliahan ilegal. Imam juga mengimbau agar para guru lebih selektif dalam mengikuti kegiatan perkuliahan jarak jauh untuk memperoleh ijazah perguruan tinggi.(*)
Penulis : zam
Editor : rie