Pembatasan Impor Holtikulura Tak Pengaruhi Perhotelan
Sabtu, 9 Juni 2012 16:52 WIB
Share |
BANDUNG, TRIBUN - Adanya rencana pemerintah yang isinya membatasi impor holtikultura pada pertengahan Juni tahun ini, ternyata tidak berdampak pada dunia perhotelan secara signifikan. Pasalnya, sejauh ini, perhotelan, termasuk restoran, mengandalkan produk lokal.

"Saya kira, pembatasan impor tersebut tidak pengaruhi dunia kuliner," kata Ketua DPD Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Bandung, Momon Abdurachman, Sabtu (9/6).

Momon meneruskan, tidak terlalu berpengaruhnya pembatasan itu karena kalangan pelaku usaha hotel, restoran, termasuk kafe, mendapat pasokan produk lokal komoditi tersebut. Menurutnya, produk holtikultura lokal, seperti sayur-sayuran dan buah-buahan, lebih segar daripada produk impor.

Dikatakan, jika rencana pembatasan impor tersebut terealisasi, produk-produk holtikultura impor yang dapat beredar di Indonesia hanya dapat masuk melalui beberapa titik, yaitu Pelabuhan Tanjung Perak (Surabaya), Pelabuhan Soekarno-hatta (Makassar), Pelabuhan Belawan (Medan), Bandara Soekarnohatta (Tangerang), dan areal free trade zona (Batam-Bintan-Karimun. "Untuk pulau Jawa, termasuk Kota Bandung, selama ini, pintu masuknya melalui Pelabuhan Merak (Banten)," tukas Momon. (*)

Penulis : win
Editor : dar