Masyarakat Senang Ikuti Festival Kaulinan Barudak
Sabtu, 9 Juni 2012 11:11 WIB

Andra Nur Oktaviani
FESTIVAL KAULINAN - Seorang peserta sedang melakukan permainan kelom batok yang merupakan urutan kedua dari rangkaian lomba permainan tradisional pada Festival Kaulinan Barudak dan Festival Layang-layang di Kampung Kreatif Dago Pojok, Sabtu (9/6/2012).
FESTIVAL KAULINAN - Seorang peserta sedang melakukan permainan kelom batok yang merupakan urutan kedua dari rangkaian lomba permainan tradisional pada Festival Kaulinan Barudak dan Festival Layang-layang di Kampung Kreatif Dago Pojok, Sabtu (9/6/2012).
Berita Terkait
- Festival Kaulinan, Bidik Sasaran Pakai Bedil Jepret
- Ridwan Akan Bangun Kampung Kreatif di 40 Lokasi
- KPPU Temukan Indikasi Permainan Kartel Impor Bawang
- Tinggalkan Pekerjaan Demi Die Cast
- Pentingnya Bermain Bebas bagi Anak
- Semangat Guru Menghidupkan Kembali Kaulinan Sunda
- Rental Mainan Anak Sambil Edukasi
- Permintaan Mainan Anak Sesuai Kebutuhan
- Permintaan Mainan Anak Meningkat Saat Libur Sekolah
- Ngala Lauk Hingga Lampion Surili Ramaikan Helarfest
BANDUNG, TRIBUN - Sebanyak 10 sekolah dasar di Kecamatan Coblong
turut berpartisipasi dalam kegiatan Festival Kaulinan Barudak dan
Festival Layang-layang di Kampung Kreatif Dago Pojok, Sabtu (9/6) pagi.
Kegiatan diawali dengan lomba kaulinan budak. Ada delapan permainan
tradisional yang dilombakan secara estafet. Pesertanya adalah para
siswa-siswi kelas 3-5 sekolah dasar.
Mereka melakukan lomba secara berurutan mulai dari engrang, kelom batok, gangsing, prepet jengkol, sorodot gaplok, rorodaan, sampai yang terakhir bebedilan. Pemenang ditentukan dari waktu tercepat dalam menyelesaikan rangkaian permainan tradisional itu.
Tepat pada pukul 09.00 acara perlombaan itu dimulai. Tidak hanya peserta yang terlihat antusias. Para penonton yang terdiri dari warga sekitar dan siswa-siswi lainnya juga terlihat sangat antusias. Mereka menyemangati para peserta yang tengah berlomba.
Festival Kaulinan Barudak ini bertujuan untuk memperkenalkan permainan tradisional Jawa Barat yang merupakan warisan budaya kepada anak-anak. Selain untuk memperkenalkan, festival ini juga bertujuan untuk mengingatkan para orang tua akan permainan di masa lalu yang kini sudah hilang. (*)
Mereka melakukan lomba secara berurutan mulai dari engrang, kelom batok, gangsing, prepet jengkol, sorodot gaplok, rorodaan, sampai yang terakhir bebedilan. Pemenang ditentukan dari waktu tercepat dalam menyelesaikan rangkaian permainan tradisional itu.
Tepat pada pukul 09.00 acara perlombaan itu dimulai. Tidak hanya peserta yang terlihat antusias. Para penonton yang terdiri dari warga sekitar dan siswa-siswi lainnya juga terlihat sangat antusias. Mereka menyemangati para peserta yang tengah berlomba.
Festival Kaulinan Barudak ini bertujuan untuk memperkenalkan permainan tradisional Jawa Barat yang merupakan warisan budaya kepada anak-anak. Selain untuk memperkenalkan, festival ini juga bertujuan untuk mengingatkan para orang tua akan permainan di masa lalu yang kini sudah hilang. (*)
Penulis : andra
Editor : dar