Konflik di Daerah Tidak Pengaruhi Pariwisata
Sabtu, 9 Juni 2012 18:04 WIB

Gani Kurniawan
Seorang mahasiswa STPB mengamati salah satu menu hasil racikan peserta lomba pada semifinal putaran kedua Kompetisi Unilever Indonesia Chef of the Year 2012 kategori senior di Kampus Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung (STPB), Jalan Setiabudi, Kota Bandung, Senin (2/4). Kompetisi yang diikuti 20 peserta chef junior dan senior ini memilih empat semifinalis chef junior dan senior untuk masuk grand final yang akan diadakan di Jakarta pada 23 April 2012.
Seorang mahasiswa STPB mengamati salah satu menu hasil racikan peserta lomba pada semifinal putaran kedua Kompetisi Unilever Indonesia Chef of the Year 2012 kategori senior di Kampus Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung (STPB), Jalan Setiabudi, Kota Bandung, Senin (2/4). Kompetisi yang diikuti 20 peserta chef junior dan senior ini memilih empat semifinalis chef junior dan senior untuk masuk grand final yang akan diadakan di Jakarta pada 23 April 2012.
Berita Terkait
- Dongkrak Pariwisata, Perlu Ada Grand Design
- Angklung Cocok Jadi Ikon Pariwisata Jabar
- Jabar Tak Miliki Ikon Pariwisata
- Infrastruktur Masih Jadi Kendala Pariwisata Jabar
- Wisman ke Jabar Ditargetkan Lebihi 1 Juta Orang
- Jabar Berpotensi Raup Rp 2 Triliun dari Pariwisata
- Rute Penerbangan Dukung Pariwisata Jabar
- Pariwisata dan Agroindustri Cocok di Cianjur
- Pariwisata Indonesia Ibarat 'Sound System' Tanpa Operator
- Mari Galang Dukungan ke Denmark
BANDUNG,
TRIBUN - Adanya konflik di sejumlah daerah seperti di Papua, tidak
memengaruhi pariwisata di Indonesia. Bahkan Kementrian Pariwisata
dan Ekonomi Kreatif sedang mengembangkan paket wisata di sejumlah
daerah untuk menarik wisatawan mancanegara maupun domestik.
"Tidak ada pengaruh dan tidak semua daerah ada konflik. Wisatawan juga bisa membedakan. Dan kita juga terus menerus memberikan penjelasan bahwa Indonesia memiliki banyak tempat wisata bagus dan nyaman. Yang kita inginkan juga bukan cuma kuantitas, tapi juga kualitas bagaimana agar wisatawan mau tinggal lebih lama lagi," kata Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Marie Elka Pangestu saat ditemui pada acara Wisuda Program Pascasarjana, Diploma IV dan Diploma III di Kampus Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Bandung Jalan Setiabudhi, Sabtu (9/6). (*)
"Tidak ada pengaruh dan tidak semua daerah ada konflik. Wisatawan juga bisa membedakan. Dan kita juga terus menerus memberikan penjelasan bahwa Indonesia memiliki banyak tempat wisata bagus dan nyaman. Yang kita inginkan juga bukan cuma kuantitas, tapi juga kualitas bagaimana agar wisatawan mau tinggal lebih lama lagi," kata Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Marie Elka Pangestu saat ditemui pada acara Wisuda Program Pascasarjana, Diploma IV dan Diploma III di Kampus Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Bandung Jalan Setiabudhi, Sabtu (9/6). (*)
Penulis : tif
Editor : dar