Likuiditas Kredit OCBC NISP Rp 42,4 Triliun
Sabtu, 2 Juni 2012 17:59 WIB

TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
ILUSTRASI pelayanan di OCBC NISP
ILUSTRASI pelayanan di OCBC NISP
Berita Terkait
- OBCB NISP Ikuti Perkembangan SBI
- Dongkrak KPR, OCBC NISP Bidik Segmen Middle-Up
- Bentuk CSR NISP Lebih Berupa Program
- NISP Rangkul Anak-anak Jalanan
- Kredit UMKM OCBC NISP Capai Triliunan Rupiah
- OCBC NISP Dorong Kewirausahaan
- Aset NISP Dekati Rp 80 Triliun
- Nilai DPK OCBC NISP Tumbuh 28 Persen
- OCBC NISP Tawarkan Sejumlah Pelayanan
- Kelas Menengah di Jabar Terus Tumbuh
BANDUNG, TRIBUN - Sebagai salah satu unsur penting yang dapat
meningkatkan performa dan kinerja keuangan, tidak heran apabila banyak
lembaga perbankan yang terus menggenjot likuiditas kreditnya. Itu pun
dilakukan OCBC NISP.
Lembaga perbankan yang dulunya berkantor pusat di Bandung tersebut mencatat pertumbuhan kredit yang signifikan pada periode Januari-Maret 2012. Selama periode tersebut, OCBC NISP menyalurkan kredit senilai Rp 42,4 triliun.
"Angka tersebut, lanjutnya, lebih tinggi 38 persen daripada triwulan I 2011, yang nilainya Rp 30,8 triliun," Presiden Direktur OCBC NISP, Parwati Surjaudaja, Sabtu (2/6).
Sementara NPL (non-performing loans) atau kredit bermasalah, ungkapnya, pihaknya mencatat sebesar 0,53 persen. Dia berpendapat, angka NPL tersebut berada jauh di bawah angka yang ditetapkan Bank Indonesia, yaitu sebesar 5 persen.
Selain kredit, lanjut Parwati, pihaknya pun meraih pertumbuhan laba bersih. Menruutnya, selama tiga bulan pertama tahun ini, laba bersih OCBC naik cukup signifikan, yaitu sebesar 38 persen. (*)
Lembaga perbankan yang dulunya berkantor pusat di Bandung tersebut mencatat pertumbuhan kredit yang signifikan pada periode Januari-Maret 2012. Selama periode tersebut, OCBC NISP menyalurkan kredit senilai Rp 42,4 triliun.
"Angka tersebut, lanjutnya, lebih tinggi 38 persen daripada triwulan I 2011, yang nilainya Rp 30,8 triliun," Presiden Direktur OCBC NISP, Parwati Surjaudaja, Sabtu (2/6).
Sementara NPL (non-performing loans) atau kredit bermasalah, ungkapnya, pihaknya mencatat sebesar 0,53 persen. Dia berpendapat, angka NPL tersebut berada jauh di bawah angka yang ditetapkan Bank Indonesia, yaitu sebesar 5 persen.
Selain kredit, lanjut Parwati, pihaknya pun meraih pertumbuhan laba bersih. Menruutnya, selama tiga bulan pertama tahun ini, laba bersih OCBC naik cukup signifikan, yaitu sebesar 38 persen. (*)
Penulis : win
Editor : dar