Keranjingan TV dan 'Game' Ancam Jantung Anak
Sabtu, 2 Juni 2012 13:42 WIB

TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Sejumlah murid sekolah dasar bermain game online sepulang dari sekolah di sebuah game station di Bandung, Rabu (11/1).
Sejumlah murid sekolah dasar bermain game online sepulang dari sekolah di sebuah game station di Bandung, Rabu (11/1).
Berita Terkait
- Dahlan Iskan Ditawari Kembangkan Ladang Ganja
- Game Horor dari Bandung Diminati Pembuat Film
- Tes Rambut Ungkap Risiko Serangan Jantung
- Game 'Bandung' INheritage Sudah Antre di App Store
- Bahayanya Main Game Tanpa Antivirus
- Bagaimana Daging Merah Merusak Jantung
- Obesitas di Usia Muda Beresiko Penyakit Ginjal
- Kiat Game 'Kucing Berpedang' Raup Rp 50 Juta
- Tidur Mendengkur Memicu Gangguan Jantung
- Ricky Jo Teriak Nama Tuhan Saat Serangan Jantung
TRIBUN - Saat ini banyak kita temukan anak-anak yang menghabiskan sebagian besar waktunya dengan bermain game di laptop, komputer, atau sekadar menonton televisi. Tanpa disadari, aktivitas ini rupanya dapat berdampak buruk terhadap kesehatan jantung dan paru-paru anak.
Sebuah riset terbaru mengindikasikan bahwa menghabiskan terlalu banyak waktu di depan komputer dan layar elektronik lainnya dapat menyebabkan jantung dan tingkat kebugaran paru-paru menurun. Dalam istilah medis, kondisi ini disebut kardiorespirasi.
Kardiorespirasi adalah kesanggupan sistem jantung, paru, dan pembuluh darah untuk berfungsi secara optimal pada keadaan istirahat dan kerja dalam mengambil oksigen dan menyalurkannya ke jaringan yang aktif sehingga dapat digunakan pada proses metabolisme tubuh.
Dalam kajiannya, penelitian melibatkan lebih dari 2.000 anak-anak. Mereka diamati sejak usia 11-13 tahun. Peneliti mengamati seberapa lama anak-anak menghabiskan waktu mereka di depan layar dan menilai tingkat kebugaran mereka.
Anak-anak yang menghabiskan waktu dengan bermain di depan layar komputer atau televisi cenderung memiliki tingkat kebugaran yang buruk. Temuan ini dipublikasikan pada edisi Juni dalam jurnal Medicine & Science in Sports & Exercise.
"Ini adalah temuan yang menarik dan menambah bukti bahwa duduk terlalu banyak sangat berbahaya bagi kesehatan anak-anak," kata pemimpin studi, Jonathan Mitchell, yang melakukan risetnya di Arnold School of Public Health, University of South Carolina.
"Jika anak-anak dapat membatasi jumlah waktu mereka di depan layar komputer, maka hal ini dapat membantu untuk memerangi penurunan tingkat kebugaran kardiorespirasi di masa muda," tambahnya.
Penelitian mengungkapkan, meski temuan ini menunjukkan hubungan antara lamanya waktu bermain di layar terhadap penurunan tingkat kebugaran kardiorespirasi, tetapi hal ini tidak membuktikan hubungan sebab-akibat. (*)
Sebuah riset terbaru mengindikasikan bahwa menghabiskan terlalu banyak waktu di depan komputer dan layar elektronik lainnya dapat menyebabkan jantung dan tingkat kebugaran paru-paru menurun. Dalam istilah medis, kondisi ini disebut kardiorespirasi.
Kardiorespirasi adalah kesanggupan sistem jantung, paru, dan pembuluh darah untuk berfungsi secara optimal pada keadaan istirahat dan kerja dalam mengambil oksigen dan menyalurkannya ke jaringan yang aktif sehingga dapat digunakan pada proses metabolisme tubuh.
Dalam kajiannya, penelitian melibatkan lebih dari 2.000 anak-anak. Mereka diamati sejak usia 11-13 tahun. Peneliti mengamati seberapa lama anak-anak menghabiskan waktu mereka di depan layar dan menilai tingkat kebugaran mereka.
Anak-anak yang menghabiskan waktu dengan bermain di depan layar komputer atau televisi cenderung memiliki tingkat kebugaran yang buruk. Temuan ini dipublikasikan pada edisi Juni dalam jurnal Medicine & Science in Sports & Exercise.
"Ini adalah temuan yang menarik dan menambah bukti bahwa duduk terlalu banyak sangat berbahaya bagi kesehatan anak-anak," kata pemimpin studi, Jonathan Mitchell, yang melakukan risetnya di Arnold School of Public Health, University of South Carolina.
"Jika anak-anak dapat membatasi jumlah waktu mereka di depan layar komputer, maka hal ini dapat membantu untuk memerangi penurunan tingkat kebugaran kardiorespirasi di masa muda," tambahnya.
Penelitian mengungkapkan, meski temuan ini menunjukkan hubungan antara lamanya waktu bermain di layar terhadap penurunan tingkat kebugaran kardiorespirasi, tetapi hal ini tidak membuktikan hubungan sebab-akibat. (*)
Editor : dar
Sumber : Kompas