Orangtua Rangga Ingin Jakmania Minta Maaf Langsung
Kamis, 31 Mei 2012 18:59 WIB

Deni Denaswara
LEMAS - Iip Saripah, ibu kandung Rangga Cipta Nugraha terbaring lemas seusai melihat jenazah anaknya di rumah duka di Jalan RE Edang Suanda (Pasirleutik), RT 5/ 4, Kampung Pasirleutik, Desa Padasuka, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung, Selasa (29/5).
LEMAS - Iip Saripah, ibu kandung Rangga Cipta Nugraha terbaring lemas seusai melihat jenazah anaknya di rumah duka di Jalan RE Edang Suanda (Pasirleutik), RT 5/ 4, Kampung Pasirleutik, Desa Padasuka, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung, Selasa (29/5).
Berita Terkait
- PBB: Mulailah Mengonsumsi Banyak Serangga
- Hubungan Rasyid dan Rangga Masih Tanda Tanya
- Rangga Serahkan Rekaman Video Insiden BMW Rasyid
- Kapolres Tasik: Ate Masih Ditahan Guna Penyelidikan
- DPRD Minta Penahanan Ate Ditangguhkan
- Penamaan Satwa Baru Pakai Nama Orang-orang Beken
- Dada Minta Jack Mania Minta Maaf
- Satu Anggota Jakmania Dijerat UU ITE
- Enam Suporter yang Ditangkap, Pengeroyok Lazuardi
- Bobotoh Pasang Foto Rangga
BANDUNG, TRIBUN - Bapak tiri Rangga Cipta Nugraha, Teguh Rianto, memberikan kesempatan kepada The Jak Mania untuk meminta maaf secara langsung kepada pihak keluarga. Bahkan, Teguh mengancam akan datang langsung ke Jakarta untuk menemui pengurus The Jak jika tidak ada tanggapan.
Hal itu dikatakannya lantaran Rangga tewas dikeroyok oknum The Jakmania usai menyaksikan laga Persib Bandung kontra Persija Jakarta yang digelar di Stadion Gelora Bung Karno, Minggu (27/5) sore.
"Kami memberi jangka waktu tiga hari," ujar Teguh Catur saat ditemui wartawan di kediamannya di Jalan Raden Edang Sunda, Kampung Pasir Leutik, Desa Padasuka, RT 02/RW 04 Kecamatan Cimeunyan Kabupaten Bandung, Kamis (31/5).
Teguh dengan tegas mengaku sangat menantikan itikad baik dari para pengurus The Jak. Bukan malah, kata Teguh, memberikan santunan seperti yang diberitakan media-media. Hal itu dikatakannya karena mendengar kabar The Jak dan Persija akan memberikan santunan sebesar Rp 17 juta.
"Kami bukan menunggu santunannya, tetapi menunggu pertanggungjawaban secara moral," ujar Teguh.(*)
Penulis : cis
Editor : rie