Gas Langka, Wali Kota Diminta Jangan Diam
Senin, 28 Mei 2012 14:08 WIB

Gani Kurniawan
ELPIJI LANGKA - Pedagang gas elpiji 3 kilogram eceran antre menunggu giliran masuk saat akan membeli gas di Agen Gas Elpiji 3 Kg di Jalan Cibaduyut, Kota Bandung, Selasa (15/5).
ELPIJI LANGKA - Pedagang gas elpiji 3 kilogram eceran antre menunggu giliran masuk saat akan membeli gas di Agen Gas Elpiji 3 Kg di Jalan Cibaduyut, Kota Bandung, Selasa (15/5).
Berita Terkait
- Jabar Over Kuota Elpiji 3 Kilogram
- HLKI : Kenaikan Elpiji 3 Kg Terjadi di Beberapa Titik
- Pasokan Elpiji 3 Kilogram pun Berkurang
- Harga Elpiji 3 Kg Naik
- Gas Langka, Warga Cirebon Gunakan Kayu Bakar
- Harga Elpiji 12 Kg Naik Juni
- Pertamina Tunda Kenaikan Harga Elpiji 12 Kg
- Hatta Minta Kenaikan Harga Elpiji 12 Kg Ditunda
- Pertamina Harus Transparan Soal Kenaikan Elpiji 12…
- Kenaikan Elpiji 12 Kg Idealnya Dilakukan Bertahap
BANDUNG, TRIBUN - Wali Kota Bandung Dada Rosada harus bertindak jangan hanya diam
dengan terjadinya kelangkaan elpiji 3 kg yang sudah berlangsung satu
bulan terakhir.
"Masyarakat harus mendapat kejelasan dari Wali Kota Bandung mengenai penyebab kelangkaan gas 3 kg," ujar anggota DPRD Kota Bandung Lia Noer Hambali di ruang kerjanya, Senin (28/5).
Menurut Lia, kelangkaan gas sudah meluas hampir di seluruh kecamatan bahkan di wilayah Bandung Timur harga elpiji 3 Kg terus naik sampai Rp 20 ribu.
"Wali Kota wajib datangi Pertamina apakah kelangkaan gas karena pasokan tersendat atau ada gangguan lain," ujarnya.
Lia juga menyesalkan, pembatalan Wakil Wali Kota mendatangi Pertamina hanya terhalang protokoler. "Mestinya jika mau sidak tidak perlu protokoler, pembatalan ke Pertamina akibatnya tidak diketahui penyebab kelangkaan elpiji," ujar Lia.
Sementara itu hasil pantau di lapangan elpiji masih sulit dicari, jika pun ada harganya Rp 20.000 bahkan di Kecamatan Astanaanyar elpiji 3 kg sudah mencapai 24.000. (*)
"Masyarakat harus mendapat kejelasan dari Wali Kota Bandung mengenai penyebab kelangkaan gas 3 kg," ujar anggota DPRD Kota Bandung Lia Noer Hambali di ruang kerjanya, Senin (28/5).
Menurut Lia, kelangkaan gas sudah meluas hampir di seluruh kecamatan bahkan di wilayah Bandung Timur harga elpiji 3 Kg terus naik sampai Rp 20 ribu.
"Wali Kota wajib datangi Pertamina apakah kelangkaan gas karena pasokan tersendat atau ada gangguan lain," ujarnya.
Lia juga menyesalkan, pembatalan Wakil Wali Kota mendatangi Pertamina hanya terhalang protokoler. "Mestinya jika mau sidak tidak perlu protokoler, pembatalan ke Pertamina akibatnya tidak diketahui penyebab kelangkaan elpiji," ujar Lia.
Sementara itu hasil pantau di lapangan elpiji masih sulit dicari, jika pun ada harganya Rp 20.000 bahkan di Kecamatan Astanaanyar elpiji 3 kg sudah mencapai 24.000. (*)
Penulis : tsm
Editor : dar