Demokrat Perbaiki Dulu Internal Baru Sebut Capres
Sabtu, 26 Mei 2012 17:35 WIB

ZELPHI
Susilo Bambang Yudhoyono sebagai ketua dewan pembina bersama kader Partai Demokrat dengan semangat menyanyikan mars partai sesaat sebelum dibuka nya acara Kongres Partai demokrat di Hotel Mason Pine, Kabupaten Bandung Barat, Jumat (21/5/2010).
Susilo Bambang Yudhoyono sebagai ketua dewan pembina bersama kader Partai Demokrat dengan semangat menyanyikan mars partai sesaat sebelum dibuka nya acara Kongres Partai demokrat di Hotel Mason Pine, Kabupaten Bandung Barat, Jumat (21/5/2010).
Berita Terkait
- PKS Akan Tetap 'Dipelihara' SBY
- Demokrat Tak Lagi Inginkan PKS di Koalisi
- Demokrat dan PDI-P Saling Sindir Soal Pro Rakyat
- Demokrat Optimistis BLSM Disahkan Hari Ini
- PKS Tuding Demokrat Incar Kursi Menteri
- SBY Depak PKS dengan 'Cara Jawa'
- Presiden: Jangan Terlalu Mudah Mengklaim Cinta Rakyat...
- Hidayat: PKS Bukan Bawahan Partai Demokrat
- Kader dan Ketua PAC Segel Kantor Demokrat
- Anas Urbaningrum Diusulkan Ikut Konvensi Capres Demokrat
JAKARTA, TRIBUN - Dengan adanya suara internal Partai Demokrat bahwa Ibu Negara Ani Yudhoyono Capres yang bertentangan dengan pernyataan Presiden SBY yang tidak akan calonkan keluarganya, terlihat bahwa adanya blunder di internal Partai.
"Publik jadi menyimpulkan partai ini maunya apa. Ketika SBY keluarkan statement formal tidak akan munculkan keluarga maju Capres, artinya sudah dicatat publik," kata Peneliti LIPI Siti Zuhro dalam Dialog Polemik Bertajuk 'Politik Dinasti di Negeri Demokrasi' yang digelar di Warung Daun Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (26/5/2012).
Menurut Siti Zuhro, pernyataan beberapa kader mendukung pencapresan Ani Yudhoyono adalah tindakan yang tidak profesional dan terlihat ketidaksepahaman antarkader sehingga publik mendapat pemahaman bahwa internal Partai Demokrat tidak sehat.
"Publik melihat Demokrat sangat tidak profesional. Kenapa tidak di internal digodok dulu siapa yang layak? Statement yang ada ini tentunya mengacaukan opini publik," kata Siti Zuhro. (Imanuel Nicolas Manafe)
"Publik jadi menyimpulkan partai ini maunya apa. Ketika SBY keluarkan statement formal tidak akan munculkan keluarga maju Capres, artinya sudah dicatat publik," kata Peneliti LIPI Siti Zuhro dalam Dialog Polemik Bertajuk 'Politik Dinasti di Negeri Demokrasi' yang digelar di Warung Daun Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (26/5/2012).
Menurut Siti Zuhro, pernyataan beberapa kader mendukung pencapresan Ani Yudhoyono adalah tindakan yang tidak profesional dan terlihat ketidaksepahaman antarkader sehingga publik mendapat pemahaman bahwa internal Partai Demokrat tidak sehat.
"Publik melihat Demokrat sangat tidak profesional. Kenapa tidak di internal digodok dulu siapa yang layak? Statement yang ada ini tentunya mengacaukan opini publik," kata Siti Zuhro. (Imanuel Nicolas Manafe)
Editor : dar
Sumber : Tribunnews