Darah Ronald Reagan Batal Dilelang
Kamis, 24 Mei 2012 23:36 WIB
Berita Terkait
LONDON, TRIBUN - Rumah lelang PFC, di London, Inggris, Kamis (24/5/2012) ini membatalkan rencana lelang secara online, satu botol berisi darah yang sudah mengering dari mantan Presiden AS, Ronald Reagan. Rumah lelang membatalkan aksi lelang ini, setelah mendapat keberatan dari keluarga Reagan dan yayasannya.
Kantor berita AP, Kamis ini melaporkan, sejauh ini tidak diketahui pemilik botol kecil berisi darah Ronald Reagan, saat Presiden AS itu mengalami upaya pembunuhan pada tahun 1981.
Sang pemilik botol dan darah ini memperolehnya lewat pelelangan di AS pada awal tahun 2012 ini. Hasil lelang ini sebenarnya mau disumbangkan kepada Yayasan Ronald Reagan.
Keputusan untuk tidak melelang botol dan darah Reagan ini, mendapat sambutan positif dari Yayasan Presiden Ronald Reagan yang berada di California. Sebelumnya, yayasan ini menegaskan akan mengupayakan cara hukum untuk menghentikan lelang ini.
Botol dengan darah Reagan ini hanya sebesar 12,5 sentimeter dan diameter setengah inci. Rumah lelang PFC membenarkan, botol ini berisi darah kering. Botol ini diambil dari laboratoium yang melakukan pengecekan atas darah Presiden AS itu, pada hari setelah dia mengalami upaya pembunuhan.
Keluarga Reagan, yayasannya, dan dokter bedah yang menangani Reagan awal pekan ini mengeritik ide melelang botol dengan darah Reagan inii. Merurut mereka, aksi lelang ini telah melanggar privasi keluarga Reagan atas barang medis saat ia menjalani perawatan. Apalagi barang ini dijual di pasar terbuka.
Saat aksi lelang ini dihentikan, penawaran secara online dari pembeli sudah mencapai nilai 30.000 dollar AS atau sekitar Rp 300 juta. Lelang ini sedianya akan ditutup pada hari Kamis petang.
Pemilik botol dengan darah Reagan dilaporkan membeli barang ini seharga 3.350 dollar AS, dalam sebuah lelang pada awal Februari 2012.
Mantan Presiden Reagan menjalani pembedahan darurat, setelah dia ditembak oleh John Hinckley Jr di luar Hotel Hilton Washington pada 30 maret 1981. Reagan ketika itu baru saja menyampaikan pidato berkenaan dengan Serikat Buruh.
Hinckley melepaskan enam tembakan dari jarak dekat, namun hanya satu peluru yang menembus tubuh Reagan.
Reagan perlu dirawat selama dua bulan, sebelum kembali bekerja. Namun dia mengalami gangguan pada paru-paru dan sejumlah perdarahan dalam, yang mengharuskan pembedahan untuk menyelamatkan nyawanya.
Pejabat persnya yang sangat popular, James Brady, lumpuh setelah terkena tembakan dalam peristiwa itu. Dua pria lainnya yang melindungi Reagan saat itu, juga tertembak dan cedera.
Hinckley dinyatakan tak bersalah karena alas an gangguan jiwa. Namun pria ini tetap dalam perawatan psikiater di Washington.(*)
Editor : rie
Sumber : Kompas