Wali Kota Ajak Masyarakat Bandung untuk Bangkit
Senin, 21 Mei 2012 14:51 WIB

Tiah SM
Wali Kota Bandung Dada Rosada menjadi inspektur upacara pada Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-104 yang diperingati di Balai Kota, Senin (21/5/2012).
Wali Kota Bandung Dada Rosada menjadi inspektur upacara pada Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-104 yang diperingati di Balai Kota, Senin (21/5/2012).
BANDUNG, TRIBUN - Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-104
diperingati di Balai Kota, Senin (21/5) dengan upacara yang dipimpin Wali
Kota Bandung Dada Rosada.
Dada mengatakan, semangat Kebangkitan Nasional merupakan bentuk perlawanan terhadap kekuasan kolonial Belanda yang tidak manusiawi dan tidak adil, sekaligus penegasan tekad bangsa untuk bebas dan merdeka dari belenggu kolonialisme dan imperialisme.
"Kebangkitan kesadaran atas kesatuan kebangsaan atau nasionalisme yang ditandai berdirinya organisasi Budi Otomo 20 Mei 1908," ujarnya.
Wali Kota mengatakan, peringatan hari kebangkitan nasional sebagai momentum untuk menyegarkan kembali semangat nasionalisme dengan memadukan segenap potensi tampa memandang asal-usul, etnis golngan dan agama, karena persoalan sesungguhnya yang dihadapi saat ini adalah menghindari keterjajahan dalam bentuk lain yang disebabkan adanya ketimpangan bidang sosial ekonomi dan rapuhnya kemandirian bangsa.
Kebangkitan suatu bangsa tidak dapat dinilai sekedar dari menguatnya semangat perubahan, tetapi berkaitan dengan kemampuan menggalang, mengolah dan meyelaraskan berbagai potensi demi kepentingan yang lebih luas.Kepada pemuda-pemuda bangsa, Dada menyerukan untuk membangun Kota Bandung bersama-sama.
“Tugas pemerintah menyelesaikan permasalahan kesejahteraan, mencerdaskan kehidupan bangsa dan melindungi bangsanya termasuk masyarakat dan warganya," ujar Dada.
Wali Kota mengakui, sampai saat ini potensi pemerintah tidak terlalu banyak, untuk itu mengajak pemuda untuk bersama sama membangun, dimulai membangun dirinya, kelompok, masyarakat lebih luas dan bersama-sama membangun kota Bandung untuk melaksanakan pelayanan publik dengan sebaik-baiknya. (*)
Dada mengatakan, semangat Kebangkitan Nasional merupakan bentuk perlawanan terhadap kekuasan kolonial Belanda yang tidak manusiawi dan tidak adil, sekaligus penegasan tekad bangsa untuk bebas dan merdeka dari belenggu kolonialisme dan imperialisme.
"Kebangkitan kesadaran atas kesatuan kebangsaan atau nasionalisme yang ditandai berdirinya organisasi Budi Otomo 20 Mei 1908," ujarnya.
Wali Kota mengatakan, peringatan hari kebangkitan nasional sebagai momentum untuk menyegarkan kembali semangat nasionalisme dengan memadukan segenap potensi tampa memandang asal-usul, etnis golngan dan agama, karena persoalan sesungguhnya yang dihadapi saat ini adalah menghindari keterjajahan dalam bentuk lain yang disebabkan adanya ketimpangan bidang sosial ekonomi dan rapuhnya kemandirian bangsa.
Kebangkitan suatu bangsa tidak dapat dinilai sekedar dari menguatnya semangat perubahan, tetapi berkaitan dengan kemampuan menggalang, mengolah dan meyelaraskan berbagai potensi demi kepentingan yang lebih luas.Kepada pemuda-pemuda bangsa, Dada menyerukan untuk membangun Kota Bandung bersama-sama.
“Tugas pemerintah menyelesaikan permasalahan kesejahteraan, mencerdaskan kehidupan bangsa dan melindungi bangsanya termasuk masyarakat dan warganya," ujar Dada.
Wali Kota mengakui, sampai saat ini potensi pemerintah tidak terlalu banyak, untuk itu mengajak pemuda untuk bersama sama membangun, dimulai membangun dirinya, kelompok, masyarakat lebih luas dan bersama-sama membangun kota Bandung untuk melaksanakan pelayanan publik dengan sebaik-baiknya. (*)
Penulis : tsm
Editor : dar