Kopassus Dampingi SAR Rusia Kembali ke Gunung Salak
Jumat, 18 Mei 2012 10:28 WIB

TRIBUNNEWS/DANY PERMANA
Tim SAR Rusia meneliti bagian pesawat Sukhoi yang jatuh di Gunung Salak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (15/5/2012). Pesawat Sukhoi Superjet 100 jatuh di Gunung Salak Sukabumi, Jawa Barat, Rabu 3 Mei lalu saat melakukan demo penerbangan yang disebut Joy Flight.
Tim SAR Rusia meneliti bagian pesawat Sukhoi yang jatuh di Gunung Salak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (15/5/2012). Pesawat Sukhoi Superjet 100 jatuh di Gunung Salak Sukabumi, Jawa Barat, Rabu 3 Mei lalu saat melakukan demo penerbangan yang disebut Joy Flight.
Berita Terkait
- Sore Nanti, Sky Aviation Terima Sukhoi Perdana
- Ada 5 Sukhoi Siap Terbang Tahun Depan
- Sky Aviation Percaya Diri Gunakan Sukhoi Superjet…
- Tiga Kesalahan Fatal Dilakukan Pilot Sukhoi Superjet
- Detik-detik Jatuhnya Pesawat Sukhoi Terekam Jelas
- Tiga Sebab Pesawat Sukhoi Menabrak Gunung Salak
- Hari Ini, KNKT Umumkan Penyebab Jatuhnya Sukhoi
- Sky Aviation Siap Datangkan 12 Sukhoi
- Kasad Sebut Prestasi SAR Sukhoi dan Serda Nicholas
- Beli Sukhoi, Kartika Menunggu Investigasi KNKT
BOGOR, TRIBUN - Tim dari Komando Pasukan Khusus yang dipimpin Letnan Satu (Inf) M Taufik Akbar mendampingi 10 personel SAR Rusia mencari korban peralatan pesawat di Gunung Salak, Jumat (18/5/2012) pagi ini. Tim Rusia memutuskan naik lagi meski tali dan sejumlah peralatan telah dibersihkan dan dibakar oleh tim SAR gabungan pada Kamis kemarin.
Pembersihan ditempuh karena upaya menemukan korban jatuhnya pesawat Sukhoi Superjet 100 dinilai kecil. Atas persetujuan dari pos komando dan pejabat terkait, peralatan panjat dan sejumlah alat yang sebelumnya dipakai untuk mengevakuasi jenazah dibakar untuk menghindari penyakit.
Komandan Korem 061/Suryakencana Kolonel AM Putranto menambahkan, Rusia masih penasaran untuk menemukan flight data recorder (FDR) dan kemungkinan adanya korban yang belum ditemukan. Oleh karena itu, mereka memutuskan untuk naik lagi di hari ke-10 misi pencarian ini.
"Secara administrasi, mereka (tim Rusia) telah menempuh dan mendapat persetujuan. Namun, sebagaimana komitmen kami sebelumnya, kami akan mendampingi mereka. Tim Kopassus dan 37 tim SAR gabungan yang dinilai telah paham lokasi akan mendampingi," ujarnya.
Sebagian tim SAR gabungan telah turun ke posko dan menyisakan 37 personel. Mereka terdiri atas 7 personel Paskhas Angkatan Udara yang akan membantu di landasan helikopter dan 30 sukarelawan yang ditugaskan untuk mengamankan lokasi dari kunjungan penduduk. Hingga Kamis kemarin, tim SAR gabungan berjumlah 176 personel.
Kamis sore, tim SAR Rusia yang diketuai Kolonel Mikhael Cuphalenkov menyatakan akan naik ke Gunung Salak lagi untuk mencari korban. Sepuluh personel terlatih akan diterjunkan untuk mencari korban sekaligus peralatan (FDR) yang belum ketemu. (*)
Pembersihan ditempuh karena upaya menemukan korban jatuhnya pesawat Sukhoi Superjet 100 dinilai kecil. Atas persetujuan dari pos komando dan pejabat terkait, peralatan panjat dan sejumlah alat yang sebelumnya dipakai untuk mengevakuasi jenazah dibakar untuk menghindari penyakit.
Komandan Korem 061/Suryakencana Kolonel AM Putranto menambahkan, Rusia masih penasaran untuk menemukan flight data recorder (FDR) dan kemungkinan adanya korban yang belum ditemukan. Oleh karena itu, mereka memutuskan untuk naik lagi di hari ke-10 misi pencarian ini.
"Secara administrasi, mereka (tim Rusia) telah menempuh dan mendapat persetujuan. Namun, sebagaimana komitmen kami sebelumnya, kami akan mendampingi mereka. Tim Kopassus dan 37 tim SAR gabungan yang dinilai telah paham lokasi akan mendampingi," ujarnya.
Sebagian tim SAR gabungan telah turun ke posko dan menyisakan 37 personel. Mereka terdiri atas 7 personel Paskhas Angkatan Udara yang akan membantu di landasan helikopter dan 30 sukarelawan yang ditugaskan untuk mengamankan lokasi dari kunjungan penduduk. Hingga Kamis kemarin, tim SAR gabungan berjumlah 176 personel.
Kamis sore, tim SAR Rusia yang diketuai Kolonel Mikhael Cuphalenkov menyatakan akan naik ke Gunung Salak lagi untuk mencari korban. Sepuluh personel terlatih akan diterjunkan untuk mencari korban sekaligus peralatan (FDR) yang belum ketemu. (*)
Editor : dar
Sumber : Kompas