Indonesia Turut Merajai Facebook
Rabu, 16 Mei 2012 18:02 WIB

TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Anak muda menggunakan jasa layanan Twitter di ponsel saat mengisi waktu luang di salah satu tempat di Jalan Lombok, Kota Bandung, Jumat (11/3/2011). Kecenderungan semakin menjamurnya social media seperti Facebook, Twitter. Yahoo Messenger, Windows Live Messenger dan lainnya dikalangan anak muda di dunia dan khususnya di Indonesia yang sudah mencapai 50 juta pengguna, maka potensi layanan jejaring pertemanan melalui ponsel yang murah dan ringan ini akan tumbuh luar biasa di tahun 2011.
Anak muda menggunakan jasa layanan Twitter di ponsel saat mengisi waktu luang di salah satu tempat di Jalan Lombok, Kota Bandung, Jumat (11/3/2011). Kecenderungan semakin menjamurnya social media seperti Facebook, Twitter. Yahoo Messenger, Windows Live Messenger dan lainnya dikalangan anak muda di dunia dan khususnya di Indonesia yang sudah mencapai 50 juta pengguna, maka potensi layanan jejaring pertemanan melalui ponsel yang murah dan ringan ini akan tumbuh luar biasa di tahun 2011.
Berita Terkait
- Begini Rasanya Kerja di Facebook
- Waspada, Facebook Pintu Masuk Kekerasan Seksual
- Siap-siap, Bakal Banyak Iklan di Facebook
- Mark Zuckerberg, CEO Terbaik Pilihan Karyawan
- Keuntungan dan Kerugian Facebook untuk Anak
- Facebook Ubah Tampilan, Lebih Segar dan Besar
- Mau Kerja di Facebook, Ini Syarat dan Kriterianya
- Warning! Facebook Akui Telah Dibobol Hacker
- Kasus Kekerasan dan Pelecehan Seksual Meningkat
- Menulis di Facebook, Awas Kena Denda
KUALA LUMPUR, TRIBUN - Indonesia kini termasuk sebagai negara yang berjaya di situs jejaring sosial Facebook. Ada 42 juta pengguna Facebook dari Indonesia, atau berada di urutan keempat setelah Amerika Serikat, Brazil, dan India.
Secara keseluruhan pengguna Facebook berjumlah 900 juta. Namun Asia dan Indonesia menjadi pengguna yang akan terus bertumbuh di situs yang diotaki, salah satunya oleh Mark Zuckerberg.
Menurut kantor berita AFP, Rabu (16/5/2012), Facebook mengalahkan situs pesaingnya, seperti Friendster, MySpace di Asia. Ini didorong oleh banyaknya warga, serta adanya kebutuhan bagi jutaan pekerja migran yang bekerja dengan jarak berjauhan dari negara asal dan keluarga. Faktor ini turut membuat Indonesia masuk dalam radar Facebook.
Indonesia, juga Thailand, Filipina, serta Vietnam termasuk negara-negara dengan penggunaan waktu lebih lama di dunia online. Ini antara lain dihabiskan untuk menonton video, dan lainnya.
Situs Friendster pernah merajai di Indonesia, tetapi Facebook melakukan aplikasi agar situs ini bisa diakes di Blackberry dan di sejumlah gadget. "Karena itu dalam waktu cepat, Indonesia menjadi negara Friendster yang berubah menjadi sebuah negara Facebook," kata Tom Crampton, Kepala Media Sosial Asia, dari perusahaan raksasa periklanan, Ogilvy & Mather.
Selain itu, Facebook menjadi tantangan bagi siapa saja yang selama ini memonopoli infomasi. Facebook juga menjadi saran bagi pengguna untuk menantang keadaan sosial yang tidak beres, yang harus menjadi perhatian pemerintah. Facebook juga menjadi tantangan bagi mereka yang terlalu mempertahankan pandangan konservatif. Ini juga berlaku di Indonesia.
Warga Malaysia misalnya, menakutkan bagi pemerintahnya karena Facebook digunakan sebagai sarana penyampaian rasa ketidakpuasan. (*)
Secara keseluruhan pengguna Facebook berjumlah 900 juta. Namun Asia dan Indonesia menjadi pengguna yang akan terus bertumbuh di situs yang diotaki, salah satunya oleh Mark Zuckerberg.
Menurut kantor berita AFP, Rabu (16/5/2012), Facebook mengalahkan situs pesaingnya, seperti Friendster, MySpace di Asia. Ini didorong oleh banyaknya warga, serta adanya kebutuhan bagi jutaan pekerja migran yang bekerja dengan jarak berjauhan dari negara asal dan keluarga. Faktor ini turut membuat Indonesia masuk dalam radar Facebook.
Indonesia, juga Thailand, Filipina, serta Vietnam termasuk negara-negara dengan penggunaan waktu lebih lama di dunia online. Ini antara lain dihabiskan untuk menonton video, dan lainnya.
Situs Friendster pernah merajai di Indonesia, tetapi Facebook melakukan aplikasi agar situs ini bisa diakes di Blackberry dan di sejumlah gadget. "Karena itu dalam waktu cepat, Indonesia menjadi negara Friendster yang berubah menjadi sebuah negara Facebook," kata Tom Crampton, Kepala Media Sosial Asia, dari perusahaan raksasa periklanan, Ogilvy & Mather.
Selain itu, Facebook menjadi tantangan bagi siapa saja yang selama ini memonopoli infomasi. Facebook juga menjadi saran bagi pengguna untuk menantang keadaan sosial yang tidak beres, yang harus menjadi perhatian pemerintah. Facebook juga menjadi tantangan bagi mereka yang terlalu mempertahankan pandangan konservatif. Ini juga berlaku di Indonesia.
Warga Malaysia misalnya, menakutkan bagi pemerintahnya karena Facebook digunakan sebagai sarana penyampaian rasa ketidakpuasan. (*)
Editor : dar
Sumber : Kompas