Datang ke Polisi, David Peterpan Langsung Lapor
Senin, 14 Mei 2012 12:09 WIB

Dicky Fadiar Djuhud
LAPORKAN MALAPRAKTIK - David Peterpan didampingi kuasa hukumnya, Monang Saragih menunjukan laporannya dengan nomor LP/1322/V/2012/JBR/Polrestabes usai melapor di Mapolrestabes Bandung, Senin (14/5). David melaporkan dokter RR yang dituduh telah melakukan kelalaian saat operasi batu empedu terhadap dirinya Juni 2011 lalu.
LAPORKAN MALAPRAKTIK - David Peterpan didampingi kuasa hukumnya, Monang Saragih menunjukan laporannya dengan nomor LP/1322/V/2012/JBR/Polrestabes usai melapor di Mapolrestabes Bandung, Senin (14/5). David melaporkan dokter RR yang dituduh telah melakukan kelalaian saat operasi batu empedu terhadap dirinya Juni 2011 lalu.
Berita Terkait
- Kronologis Dugaan Malapraktik Almarhumah Anna
- Dinkes DKI Tak Temukan Indikasi Malapraktik Bayi Edwin
- Gonti: Jari Sudah Hilang, Tak Mungkin Bisa Dikembalikan
- Tuntutan Tak Dipenuhi, Gonti Polisikan RSHB
- Kepada Ayah Edwin, Dokter RSHB 'Ngaku' Apes
- IDI : Kasus Edwin Belum Tentu Malapraktik
- Detik-detik Dokter Menggunting Jari Edwin
- Dugaan Malapraktik, Dirut RS Harapan Bunda Dipanggil…
- Komnas PA : Edwin Diduga Kuat Korban Malapraktik
- Dokter Menggunting Telunjuk Edwin Tanpa Obat Bius
BANDUNG, TRIBUN - David Peterpan yang didampingi kuasa hukumnya, Monang
Saragih datang ke Mapolrestabes Bandung sekitar pukul 10.44. Ia
langsung masuk ke ruang Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Polrestabes
Bandung, lalu ke ruang Sat Reskrim Polrestabes Bandung.
"Kami mau melaporkan perbuatan secara tidak sengaja atau kelalaian yang dilakukan oleh dokter RR di rumah sakit hasan sadikin. Dengan cara membedah menggunakan alat laparaskopi kepada korban, David Albert yang menyebabkan luka dan koma hingga melakukan operasi besar 2 kali di rumah sakit Adven, untuk membersihkan karena keracunan," ujar Monang usai melapor.
Kuasa hukum melaporkan kasus ini dengan nomor LP/1322/V/2012/JBR/Polrestabes atas nama David Kurnia Albert Dorfel. Selain tim kuasa hukum, David didampingi ayahnya, Didi Albert Dorfel.
Kasus malapraktik yang dilakukan oleh dokter RR terhadap David Peterpan masih berbuntut panjang. Kuasa Hukum Monang Saragih mengungkapkan, dia menuntuk pihak Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) dan dokter RR yang mengoperasi David dengan tuntutan materi sebesar Rp 5 Miliar.
Diberitakan sebelumnya, pemain keyboard Peterpan yang juga cucu dari seniman dan budayawan Sunda R Satjadibrata, David menyomasi RSHS lewat kuasa hukum Monang Saragih.
Pasca operasi pengangkatan batu empedu Juni 2011 lalu, David merasakan sakit yang luar biasa. Bahkan sempat koma tiga hari saking sakitnya. Namun saat meminta pertanggungjawaban dari dokter RR, mendapatkan jawaban dan perlakuan yang tidak sepatutnya.
David menuntut agar pihak RSHS mengevaluasi kinerja dokter yang menangani dirinya, dokter RR yang dianggap lalai. Yang kedua, ternyata banyak pasien yang diduga menjadi korban dari dokter RR selama ini. (*)
"Kami mau melaporkan perbuatan secara tidak sengaja atau kelalaian yang dilakukan oleh dokter RR di rumah sakit hasan sadikin. Dengan cara membedah menggunakan alat laparaskopi kepada korban, David Albert yang menyebabkan luka dan koma hingga melakukan operasi besar 2 kali di rumah sakit Adven, untuk membersihkan karena keracunan," ujar Monang usai melapor.
Kuasa hukum melaporkan kasus ini dengan nomor LP/1322/V/2012/JBR/Polrestabes atas nama David Kurnia Albert Dorfel. Selain tim kuasa hukum, David didampingi ayahnya, Didi Albert Dorfel.
Kasus malapraktik yang dilakukan oleh dokter RR terhadap David Peterpan masih berbuntut panjang. Kuasa Hukum Monang Saragih mengungkapkan, dia menuntuk pihak Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) dan dokter RR yang mengoperasi David dengan tuntutan materi sebesar Rp 5 Miliar.
Diberitakan sebelumnya, pemain keyboard Peterpan yang juga cucu dari seniman dan budayawan Sunda R Satjadibrata, David menyomasi RSHS lewat kuasa hukum Monang Saragih.
Pasca operasi pengangkatan batu empedu Juni 2011 lalu, David merasakan sakit yang luar biasa. Bahkan sempat koma tiga hari saking sakitnya. Namun saat meminta pertanggungjawaban dari dokter RR, mendapatkan jawaban dan perlakuan yang tidak sepatutnya.
David menuntut agar pihak RSHS mengevaluasi kinerja dokter yang menangani dirinya, dokter RR yang dianggap lalai. Yang kedua, ternyata banyak pasien yang diduga menjadi korban dari dokter RR selama ini. (*)
Penulis : dic
Editor : dar