Korban Tewas Sukhoi Ditemukan di Lokasi Puing
Kamis, 10 Mei 2012 14:44 WIB

Tribun Jakarta/Eri Komar Sinaga
HISTERIS - Keluarga Anton Darianto, korban pesawat Sukhoi Superjet 100 yang jatuh saat joy flight di Gunung Salak Bogor, Rabu (9/5/2012) sore. Mereka tak kuasa menahan isak tangis begitu tiba di bandara Halim Perdana Kusuma.
HISTERIS - Keluarga Anton Darianto, korban pesawat Sukhoi Superjet 100 yang jatuh saat joy flight di Gunung Salak Bogor, Rabu (9/5/2012) sore. Mereka tak kuasa menahan isak tangis begitu tiba di bandara Halim Perdana Kusuma.
Berita Terkait
- Sore Nanti, Sky Aviation Terima Sukhoi Perdana
- Ada 5 Sukhoi Siap Terbang Tahun Depan
- Sky Aviation Percaya Diri Gunakan Sukhoi Superjet…
- Tiga Kesalahan Fatal Dilakukan Pilot Sukhoi Superjet
- Detik-detik Jatuhnya Pesawat Sukhoi Terekam Jelas
- Tiga Sebab Pesawat Sukhoi Menabrak Gunung Salak
- Hari Ini, KNKT Umumkan Penyebab Jatuhnya Sukhoi
- Sky Aviation Siap Datangkan 12 Sukhoi
- Kasad Sebut Prestasi SAR Sukhoi dan Serda Nicholas
- Beli Sukhoi, Kartika Menunggu Investigasi KNKT
JAKARTA, TRIBUN - Tim SAR gabungan akhirnya mencapai lokasi puing pesawat Sukhoi Superjet 100 pada Kamis (10/5/2012) siang sekitar pukul 13.15 WIB. Di lokasi temuan puing itu, tim menemukan korban tewas yang diduga merupakan penumpang pesawat naas itu. Hal ini diungkapkan staf Humas Basarnas, Gagah Prakoso, Kamis (10/5/2012) di Bandar Udara Halim Perdana Kusuma, Jakarta.
"Tim sudah sampai ke sana, dan sudah masuk. Jenazah korban ada di situ," ucap Gagah.
Namun, Gagah masih belum bisa memastikan jumlah korban yang ditemukan tim dari jalur darat. "Kalau soal jumlah, kami harus hati-hati karena manifesto saja berubah-ubah. Apalagi ini, kami harus hitung dan kemudian cocokkan dulu dengan tim DVI dan pihak keluarga," ujarnya.
Gagah menjelaskan bahwa posisi penemuan jenazah korban tak jauh dari lokasi awal penemuan puing pesawat, yakni di kawasan Cidahu, Kebupaten Bogor, Jawa Barat. "Kondisinya saya tidak bisa bilang. Tapi pesawat jet dengan kecepatan tinggi menghantam tebing, meledak, dan hancur," kata Gagah.
Di lokasi itu, Gagah mengakui timnya juga masih belum menemukan korban yang selamat. "Belum ditemukan, tapi kami masih terus cari," katanya.
Saat ini, tim masih menunggu kesiapan helipad untuk melakukan proses evakuasi. Sebelumnya, pesawat Sukhoi Superjet 100 dengan nomor penerbangan RA36801 hilang kontak pada koordinat 06° 43' 08" Lintang Selatan dan 106° 43' 15" Bujur Timur. Koordinat itu diperkirakan dekat Cidahu, Gunung Salak.
Penerbangan yang dilakukan pesawat milik Rusia tersebut merupakan bagian dari demonstrasi penerbangan yang diselenggarakan oleh PT Trimarga Rekatama. Perusahaan tersebut merupakan agen yang memperkenalkan pesawat Sukhoi kepada perusahaan penerbangan di Indonesia.
Pesawat tersebut melakukan penerbangan sebanyak dua kali. Penerbangan pertama dari Halim Perdanakusuma menuju Palabuhan Ratu pukul 12.00 WIB dengan penumpang pebisnis di bidang penerbangan. Setelah terbang sekitar 35 hingga 45 menit, pesawat pun kembali ke Halim Perdana Kusuma dalam kondisi selamat.
Penerbangan kedua dilakukan pukul 14.12 WIB dengan mengangkut hampir 45 orang. Delapan orang di antaranya merupakan awak pesawat warga Rusia. Penumpang lainnya dari media massa dan utusan perusahaan di bidang penerbangan. (*)
"Tim sudah sampai ke sana, dan sudah masuk. Jenazah korban ada di situ," ucap Gagah.
Namun, Gagah masih belum bisa memastikan jumlah korban yang ditemukan tim dari jalur darat. "Kalau soal jumlah, kami harus hati-hati karena manifesto saja berubah-ubah. Apalagi ini, kami harus hitung dan kemudian cocokkan dulu dengan tim DVI dan pihak keluarga," ujarnya.
Gagah menjelaskan bahwa posisi penemuan jenazah korban tak jauh dari lokasi awal penemuan puing pesawat, yakni di kawasan Cidahu, Kebupaten Bogor, Jawa Barat. "Kondisinya saya tidak bisa bilang. Tapi pesawat jet dengan kecepatan tinggi menghantam tebing, meledak, dan hancur," kata Gagah.
Di lokasi itu, Gagah mengakui timnya juga masih belum menemukan korban yang selamat. "Belum ditemukan, tapi kami masih terus cari," katanya.
Saat ini, tim masih menunggu kesiapan helipad untuk melakukan proses evakuasi. Sebelumnya, pesawat Sukhoi Superjet 100 dengan nomor penerbangan RA36801 hilang kontak pada koordinat 06° 43' 08" Lintang Selatan dan 106° 43' 15" Bujur Timur. Koordinat itu diperkirakan dekat Cidahu, Gunung Salak.
Penerbangan yang dilakukan pesawat milik Rusia tersebut merupakan bagian dari demonstrasi penerbangan yang diselenggarakan oleh PT Trimarga Rekatama. Perusahaan tersebut merupakan agen yang memperkenalkan pesawat Sukhoi kepada perusahaan penerbangan di Indonesia.
Pesawat tersebut melakukan penerbangan sebanyak dua kali. Penerbangan pertama dari Halim Perdanakusuma menuju Palabuhan Ratu pukul 12.00 WIB dengan penumpang pebisnis di bidang penerbangan. Setelah terbang sekitar 35 hingga 45 menit, pesawat pun kembali ke Halim Perdana Kusuma dalam kondisi selamat.
Penerbangan kedua dilakukan pukul 14.12 WIB dengan mengangkut hampir 45 orang. Delapan orang di antaranya merupakan awak pesawat warga Rusia. Penumpang lainnya dari media massa dan utusan perusahaan di bidang penerbangan. (*)
Editor : dar
Sumber : Kompas