Pengusaha Korban Penembakan Dikremasi
Minggu, 6 Mei 2012 13:04 WIB

Dicky Fadiar Djuhud
Ibu dari Husein, pengusaha korban penembakan yang terus menangis di tempat kremasi, Minggu (6/5).
Ibu dari Husein, pengusaha korban penembakan yang terus menangis di tempat kremasi, Minggu (6/5).
Berita Terkait
- Berbekal Rp 300 Juta, TKI di Jepang Siap Pulang Jadi…
- Kapolri: Penembakan Terduga Teroris Sesuai Prosedur
- Ansyad: Penembakan Teroris Bukan Pelanggaran HAM
- Kenaikan BBM Ancam Pengusaha Transportasi Bangkrut
- Belajar Jadi Hebat dari Pebisnis Hebat
- Pengusaha Pasir Besi di Tasikmalaya Tolak Penutupan…
- Pengusaha Dihukum, Pekerja Sambut Baik Putusan MA
- Waspadai Kecurangan Saat Kenaikan BBM
- Mayor Agus Dapat Izin Panglima TNI
- Penampilan Agus Yudhoyono di Hipmi Dipertanyakan
BANDUNG, TRIBUN - Setelah disemayamkan di Ruang B Rumah Duka Rumah Duka
Yayasan Sejahtera Bhakti, Jalan Industri No 21, Bandung, Husein Mitarja
Komara (39), pengusaha yang jadi korban penembakan di kawasan
Hegarmanah, Bandung, Jumat (4/5) lalu dikremasi di Krematorium Yayasan
Dana Sosial Priangan.
Jenazah komisaris Red Guard Security (RGS) tersebut tiba di tempat kremasi sekitar pukul 12.25. Sejumlah karyawan RGS atau perusahaan jasa keamanan tersebut berjaga-jaga.
Seorang wanita yang diketahui sebagai ibu Husein tak henti menangis. Usai upacara dan berdoa sebelum kremasi dilakukan, wanita yang mengenakan baju putih dan celana hitam itu sempat memeluk peti putih berisi jenazah Husein.
Diberitakan sebelumnya, Husein tewas setelah kena 3 luka tembak di tubuhnya, sekitar pukul 10.20, Jumat (4/5). Polisi menemukan sebutir selongsong peluru kaliber 9 milimeter di lokasi kejadian.
Husein tewas dibelakang ke mudi mobil Land Cruiser bernopol D 1 EB yang nyungsep di lahan kosong di Jalan Kapten Tendean atau Jalan Hegarmanah Kulon RT 05/08 Kelurahan Hegarmanah, Kecamatan Cidadap, Bandung.
Husein mengalami 3 luka tembak di dada kanan, punggung kiri, dan leher kiri. Polisi masih menyelidiki dan menunggu hasil autopsi dokter forensik Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) guna mengetahui Husein terkena berapa tembakan oleh pelaku.
Sebelum tewas, Husein diduga sempat berusaha mengejar pelaku. Namun, selain terkena luka tembak di bagian vital, ia kehabisan darah. Dia hanya sanggup mengemudikan sekitar 200 meter dari lokasi penembakan.
Mobil warna hitam dof yang dikemudikan korban sempat menabrak tiang telepon, naik ke atas median jalan yang berada di depan rumah no 22, lalu menabrak seng yang menutupi lahan kosong tersebut. (dic)
Jenazah komisaris Red Guard Security (RGS) tersebut tiba di tempat kremasi sekitar pukul 12.25. Sejumlah karyawan RGS atau perusahaan jasa keamanan tersebut berjaga-jaga.
Seorang wanita yang diketahui sebagai ibu Husein tak henti menangis. Usai upacara dan berdoa sebelum kremasi dilakukan, wanita yang mengenakan baju putih dan celana hitam itu sempat memeluk peti putih berisi jenazah Husein.
Diberitakan sebelumnya, Husein tewas setelah kena 3 luka tembak di tubuhnya, sekitar pukul 10.20, Jumat (4/5). Polisi menemukan sebutir selongsong peluru kaliber 9 milimeter di lokasi kejadian.
Husein tewas dibelakang ke mudi mobil Land Cruiser bernopol D 1 EB yang nyungsep di lahan kosong di Jalan Kapten Tendean atau Jalan Hegarmanah Kulon RT 05/08 Kelurahan Hegarmanah, Kecamatan Cidadap, Bandung.
Husein mengalami 3 luka tembak di dada kanan, punggung kiri, dan leher kiri. Polisi masih menyelidiki dan menunggu hasil autopsi dokter forensik Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) guna mengetahui Husein terkena berapa tembakan oleh pelaku.
Sebelum tewas, Husein diduga sempat berusaha mengejar pelaku. Namun, selain terkena luka tembak di bagian vital, ia kehabisan darah. Dia hanya sanggup mengemudikan sekitar 200 meter dari lokasi penembakan.
Mobil warna hitam dof yang dikemudikan korban sempat menabrak tiang telepon, naik ke atas median jalan yang berada di depan rumah no 22, lalu menabrak seng yang menutupi lahan kosong tersebut. (dic)
Penulis : dic
Editor : jan