Murid Inklusi Dipersilahkan Tidak Ikut UN
Jumat, 4 Mei 2012 17:38 WIB
Berita Terkait
- Dinas Pendidikan Subang Khawatir UN IPA
- Kakek Tiga Cucu Ini Ikut Ujian Nasional di Depok
- Ujian Tertunda, Para Siswa Kecewa
- Petugas Kebingungan Soal UN Belum Tiba di Titik Bongkar
- Ujian Nasional Jabar Dikawal 7 Ribuan Polisi
- Siswa Ditawari Kunci Jawaban UN yang Dijual Murah
- Try Out Online SMK Digelar di UPI Bandung
- Guru Harus Pacu Siswa Berlatih Jelang UN
- Target Kelulusan 100 Persen
- Seminar Siap Hadapi UN Digelar di Pusdai
BANDUNG, TRIBUN - Ujian Nasional (UN) tingkat SD/MI akan mulai digelar
pada Senin (7/5) mendatang. Di Kota Bandung yang sudah terdaftar akan
ikut UN sebanyak 41.111 murid. Khusus untuk murid inklusi, sesuai aturan
diperkankan untuk ikut atau tidak ikut UN.
Menurut Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung, Oji Mahroji, untuk pengawasan pelaksanaan UN tingkat SD/MI prosedurnya hampir sama yakni sistem silang dengan sekolah lain.
Guru yang mata pelajarannya diujikan juga tidak boleh mengawas atau berada di sekolah pada saat ujian berlangsung. Dan untuk pengawasan soal juga akan bekerja sama dengan petugas kepolisian yang akan piket 24 jam. Dengan jumlah pengawas 4.850 orang.
"Sedangkan untuk murid inklusi diperbolehkan tidak ikut UN. Namun pelaksanaannya diserahkan kepada murid dan sekolah tempat murid tersebut. Diperbolehkan, silahkan mau ikut atau tidak," katanya ditemui usai Rapat Koordinasi Kepala-kepala Sekolah di SMAN 8 Jalan Solontongan, Jumat (4/5) sore. (*)
Menurut Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung, Oji Mahroji, untuk pengawasan pelaksanaan UN tingkat SD/MI prosedurnya hampir sama yakni sistem silang dengan sekolah lain.
Guru yang mata pelajarannya diujikan juga tidak boleh mengawas atau berada di sekolah pada saat ujian berlangsung. Dan untuk pengawasan soal juga akan bekerja sama dengan petugas kepolisian yang akan piket 24 jam. Dengan jumlah pengawas 4.850 orang.
"Sedangkan untuk murid inklusi diperbolehkan tidak ikut UN. Namun pelaksanaannya diserahkan kepada murid dan sekolah tempat murid tersebut. Diperbolehkan, silahkan mau ikut atau tidak," katanya ditemui usai Rapat Koordinasi Kepala-kepala Sekolah di SMAN 8 Jalan Solontongan, Jumat (4/5) sore. (*)
Penulis : tif
Editor : dar