Kredit Pertanian Masih Minim
Sampai saat ini, sektor pertanian masih belum menjadi pangsa pasar kredit lembaga-lembaga perbankan. Kondisi itu pun terjadi di Jabar.
Penulis: | Editor: Darajat Arianto
Kepala Kantor Bank Indonesia Bandung (KBIB), Lucky Fathul Aziz Hadibrata, mengemukakan, sejauh ini, di Jabar, porsi pembiayaan atau kredit bagi dunia pertanian baru mencapai 2,6 persen total kredit.
"Secara angka, hingga Maret 2012, nilai kredit untuk pertanian sejumlah
Rp 4,4 triliun," tandas Lucky, di KBIB, Jalan Braga Bandung, Jumat
(4/5).
Pria asal Ciamis ini meneruskan, memang, secara pertumbuhan,
penyaluran kredit perbankan bagi sektor pertanian mengalami mengalami
peningkatan. Selama triwulan I 2012, ucapnya, penyaluran kredit
pertanian di Jabar lebih tinggi 105 persen daripada periode yang sama
2011.
"Tapi, tetap saja, porsinya masih sangat kecil. Karenanya, kami
meminta lembaga perbankan untuk menambah porsi kredit pertanian,"
ucapnya.
Pasalnya, jelas Lucky, secara potensi, sektor tersebut memilikinya.
Sebagai contoh, ucapnya, terlihat pada ekspor holtikultura. Di Jabar, nilai ekspor holtikultura selama triwulan I 2012, senilai 15
juta dolar AS atau berkembang 32 persen.
"Sedangkan total ekspor sektor pertanian di Jabar sampai Maret 2012 sebesar 2,3 miliar dolar. Nilai ekspor pertanian nasional, kami mencatat sejumlah 13,3 miliar dolar AS," ujar Lucky. (*)