Selasa, 9 Juni 2026

Kredit Pertanian Masih Minim

Sampai saat ini, sektor pertanian masih belum menjadi pangsa pasar kredit lembaga-lembaga perbankan. Kondisi itu pun terjadi di Jabar.

Tayang:
Penulis: | Editor: Darajat Arianto
BANDUNG, TRIBUN - Sampai saat ini, sektor pertanian masih belum menjadi pangsa pasar kredit lembaga-lembaga perbankan. Kondisi itu pun terjadi di Jabar. Hal tersebut terlihat pada masih kecilnya nilai kredit bagi sektor itu, jika perbandingannya dengan total kredit di Jabar.

Kepala Kantor Bank Indonesia Bandung (KBIB), Lucky Fathul Aziz Hadibrata, mengemukakan, sejauh ini, di Jabar, porsi pembiayaan atau kredit bagi dunia pertanian baru mencapai 2,6 persen total kredit.

"Secara angka, hingga Maret 2012, nilai kredit untuk pertanian sejumlah Rp 4,4 triliun," tandas Lucky, di KBIB, Jalan Braga Bandung, Jumat (4/5).

Pria asal Ciamis ini meneruskan, memang, secara pertumbuhan, penyaluran kredit perbankan bagi sektor pertanian mengalami mengalami peningkatan. Selama triwulan I 2012, ucapnya, penyaluran kredit pertanian di Jabar lebih tinggi 105 persen daripada periode yang sama 2011.

"Tapi, tetap saja, porsinya masih sangat kecil. Karenanya, kami meminta lembaga perbankan untuk menambah porsi kredit pertanian," ucapnya.

Pasalnya, jelas Lucky, secara potensi, sektor tersebut memilikinya. Sebagai contoh, ucapnya, terlihat pada ekspor holtikultura. Di Jabar, nilai ekspor holtikultura selama triwulan I 2012, senilai 15 juta dolar AS atau berkembang 32 persen.

"Sedangkan total ekspor sektor pertanian di Jabar sampai Maret 2012 sebesar 2,3 miliar dolar. Nilai ekspor pertanian nasional, kami mencatat sejumlah 13,3 miliar dolar AS," ujar Lucky. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved