Kredit Bank Syariah Baru Rp 5,4 Triliun
Jumat, 4 Mei 2012 18:47 WIB
Berita Terkait
- Modal Ide Tak Bisa Jadi Jaminan Kredit Perbankan
- Bank Indonesia Borong Emas 933 Kg
- Aset Dilelang Sepihak, Eks Karyawan Batavia Air Datangi…
- Geografis Jadi Kendala Penyaluran Kredit
- BRI Akan Ikut Uji Coba Branchless Banking
- Nilai Kredit Bank Tertinggi Ada di Kota Bandung
- Kredit Terbesar Pada Sektor Perdagangan
- Bank Pemerintah Kucurkan Kredit Rp 127,15 Triliun
- Modal Kerja Tertinggi Nilai Kreditnya
- Kredit Perbankan di Jabar Capai Rp 210,61 Triliun
BANDUNG, TRIBUN - Sampai saat ini, sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memang menjadi target pengembangan pasar perbankan, baik milik BUMN, BUMD, swasta nasional, maupun asing. Bahkan, perbankan syariah pun turut membidik sektor tersebut.
Bagi perbankan syariah, kondisi itu tentunya dapat membuat likuiditas kredit mereka berlangsung lambat.
Kepala Kantor Bank Indonesia Bandung (KBIB), Lucky Fathul Aziz Hadibrata, mengemukakan, di Jabar, sejauh ini, penyaluran kredit perbankan syariah, yang naik 4,43 persen, baru mencapai Rp 5,4 triliun.
Menurutnya, jika perbankan syariah, yang di Jabar jumlahnya 16 unit, ditambah Bank Perkredita Rakyat Syariah (BPRS) sebanyak 11 unit, dapat memanfaatkan sektor pertanian, tentunya, hal itu tidak hanya membuat likuiditas kreditnya meningkat. Tetapi juga aset dan dana pihak ketiga (DPK) ikut terdongkrak.
"Sampai saat ini, total aset perbankan syariah di Jabar baru mencapai Rp 8,21 triliun atau tumbuh 5,21 persen. Sebenarnya, kami berharap, pertumbuhan kredit perbankan syariah pada tahun ini dapat mencapai 40 persen. Karenanya, tidak ada salahnya, perbankan syariah memanfaatkan sektor pertanian," jelasnya, Jumat (4/5).(*)
Penulis : win
Editor : rie