Ciparay Jadi Pilot Project PKL
Jumat, 4 Mei 2012 18:08 WIB
Berita Terkait
- Dada Canangkan Pusat Perbelanjaan Gedebage
- Ayi Minta PKL di CFD Ditertibkan
- Wakil Wali Kota Minta CFD Bebas PKL
- PKL Ingin Segera Direlokasi
- Baru Separuh Kios BTP Ditempati PKL
- PKL Stasiun Mengadu ke Wantimpres
- Ayi Ajak PKL Botram Bersama
- Satgasus Ditawari Lahan Buat Tampung 2.400 PKL
- Gapensa Siap Tampung PKL di Dua Lokasi
- Wali Kota: 4 Masalah Kota Harus Dievaluasi
SOREANG, TRIBUN - Kecamatan Ciparay
akan menjadi proyek percontohan atau pilot project penataan pedagang kaki lima (PKL) di Kabupaten Bandung. Pelaksanaan proyek ini akan
dimulai bulan Juni 2012.
"Nanti kita coba penataan PKL di Ciparay dulu. Kalau ini berhasil akan menjadi contoh untuk kecamatan yang lain," ujar Wakil Bupati Bandung, Deden Rumaji di Soreang, Jumat (4/5).
Menurut Deden, awalnya Pemkab Bandung memiliki pemikiran untuk merelokasi PKL ke satu tempat yang ditunjuk oleh Camat. Namun relokasi tidak semudah yang dipikirkan. Untuk itu, solusinya adalah melakukan penataan.
Diharapkan kata Deden, jika ditata dengan baik PKL tidak menjadi faktor penyebab semrawutnya lingkungan di kota kecamatan. Menurut Deden, karena keberadaan PKL yang tidak teratur itu lah membuat lingkungan menjadi kumuh.
"Supaya tidak kumuh, makanya akan kita tata. Misalnya, lapak-lapaknya ditempatkan pada satu sisi trotoar sedangkan sisi lainnya bisa digunakan untuk pejalan kaki. Sekarang kan untuk jalan kaki saja susah," ujar Deden.
Sebagai Wakil Bupati, kata Deden, ia memiliki tugas menata lingkungan menjadi lebih baik. Selain soal PKL, soal lain seperti sampah dan limbah juga menjadi tanggungjawabnya.
"Keberhasilan pembangunan itu bukan diukur dari banyaknya gedung bertingkat atau bangunan fisik mewah lainnya tapi diukur dari seberapa bersih dan nyamannya lingkungan yang kita tempati," ujar Deden.
"Untuk itu arah pembangunan Pemkab Bandung akan menitikberatkan pada aspek pertanian. Sembari dengan itu, kita terus menata lingkungan yang kian hari semakin rusak," ujarnya. (*)
"Nanti kita coba penataan PKL di Ciparay dulu. Kalau ini berhasil akan menjadi contoh untuk kecamatan yang lain," ujar Wakil Bupati Bandung, Deden Rumaji di Soreang, Jumat (4/5).
Menurut Deden, awalnya Pemkab Bandung memiliki pemikiran untuk merelokasi PKL ke satu tempat yang ditunjuk oleh Camat. Namun relokasi tidak semudah yang dipikirkan. Untuk itu, solusinya adalah melakukan penataan.
Diharapkan kata Deden, jika ditata dengan baik PKL tidak menjadi faktor penyebab semrawutnya lingkungan di kota kecamatan. Menurut Deden, karena keberadaan PKL yang tidak teratur itu lah membuat lingkungan menjadi kumuh.
"Supaya tidak kumuh, makanya akan kita tata. Misalnya, lapak-lapaknya ditempatkan pada satu sisi trotoar sedangkan sisi lainnya bisa digunakan untuk pejalan kaki. Sekarang kan untuk jalan kaki saja susah," ujar Deden.
Sebagai Wakil Bupati, kata Deden, ia memiliki tugas menata lingkungan menjadi lebih baik. Selain soal PKL, soal lain seperti sampah dan limbah juga menjadi tanggungjawabnya.
"Keberhasilan pembangunan itu bukan diukur dari banyaknya gedung bertingkat atau bangunan fisik mewah lainnya tapi diukur dari seberapa bersih dan nyamannya lingkungan yang kita tempati," ujar Deden.
"Untuk itu arah pembangunan Pemkab Bandung akan menitikberatkan pada aspek pertanian. Sembari dengan itu, kita terus menata lingkungan yang kian hari semakin rusak," ujarnya. (*)
Penulis : san
Editor : dar