Wartawan Menggelar Aksi di Gedung Sate
Kamis, 3 Mei 2012 11:15 WIB

Tarsisius Sutomonaio
Sejumlah wartawan menggelar aksi demi memeringati Hari Kebebasan Pers Internasional 2012 di depan Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Bandung, Kamis (3/5).
Sejumlah wartawan menggelar aksi demi memeringati Hari Kebebasan Pers Internasional 2012 di depan Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Bandung, Kamis (3/5).
Berita Terkait
- Wartawati Sepuh Itu Tampil Nyentrik
- Wartawan Tribun Jogja dan Wawasan Semarang Dipukuli
- AJI Desak Polisi Usut Kekerasan Terhadap Jurnalis
- Aniaya Wartawan Hingga Keguguran, Kades Didemo
- Prajurit TNI AU Diminta Tidak Emosional Pada Wartawan
- Bagir Manan Kecam Kekerasan Terhadap Jurnalis di Riau
- Popo Bustomi, Wartawan Senior Garut Berpulang
- Komnas HAM Janji Penuhi Tuntutan Wartawan
- Panglima TNI Acungkan Jempol kepada Wartawan
- Wartawan Cimahi Kutuk Aksi Kekerasan Terhadap Wartawan
BANDUNG, TRIBUN - Sejumlah wartawan menggelar aksi demi memeringati Hari
Kebebasan Pers Internasional 2012 di depan Gedung Sate, Jalan
Diponegoro, Bandung, Kamis (3/5).
Aksi menyusung tema Anti Impunitas, Adili Pembunuh Jurnalis. Sekretaris AJI (Aliansi Jurnalis Independen) Bandung, Adi Marseila, mengatakan fokus aksi ini adalah para menuntut penegak hukum menuntaskan kasus pembunuhan atas wartawan Bernas, Udin.
"Hingga kini, pembunuh Udin belum ditemukan. Perkara ini mesti jadi fokus karena pada 2014 kasus Udin ditutup. Karena itu, kami minta para penegak hukum untuk membongkar kasus ini," ujarnya di sela-sela aksi itu.
Selain itu, para wartawan ini sekaligus meminta kepada masyarakat agar tak menggunakan kekerasan jika memiliki keberatan atas pemberitaan media. "Ada aturannya, yaitu Undang-undang Pers," katanya. (*)
Aksi menyusung tema Anti Impunitas, Adili Pembunuh Jurnalis. Sekretaris AJI (Aliansi Jurnalis Independen) Bandung, Adi Marseila, mengatakan fokus aksi ini adalah para menuntut penegak hukum menuntaskan kasus pembunuhan atas wartawan Bernas, Udin.
"Hingga kini, pembunuh Udin belum ditemukan. Perkara ini mesti jadi fokus karena pada 2014 kasus Udin ditutup. Karena itu, kami minta para penegak hukum untuk membongkar kasus ini," ujarnya di sela-sela aksi itu.
Selain itu, para wartawan ini sekaligus meminta kepada masyarakat agar tak menggunakan kekerasan jika memiliki keberatan atas pemberitaan media. "Ada aturannya, yaitu Undang-undang Pers," katanya. (*)
Penulis : tom
Editor : dar