Sebelum Meninggal, Manda Bilang Besok Tak Sekolah
Kamis, 3 Mei 2012 13:47 WIB

Tiah SM
KORBAN TEMBOK RUNTUH - Nuri (9) korban tertimpa tembok bersama dua adiknya, Salsa (3) dan Andika (10 bulan) di lokasi tembok runtuh yang menimpa rumahnya dan menewaskan adik Nuri, Amanda (5) di RT 08 RW 06 Ranca Bentang Kelurahan Ciumbuleuit, Kota Bandung, Rabu malam (2/5).
KORBAN TEMBOK RUNTUH - Nuri (9) korban tertimpa tembok bersama dua adiknya, Salsa (3) dan Andika (10 bulan) di lokasi tembok runtuh yang menimpa rumahnya dan menewaskan adik Nuri, Amanda (5) di RT 08 RW 06 Ranca Bentang Kelurahan Ciumbuleuit, Kota Bandung, Rabu malam (2/5).
Berita Terkait
- Ayi: Bangunan di KBU Mutlak Harus Ada IMB
- Bangunan Bermasalah di Ciumbuleuit Disegel Senin
- Pemilik Rumah Siap Tanggung Biaya Hidup Korban
- Rumah yang Temboknya Runtuh Dipastikan Belum Ber-IMB
- Ayi Minta Pemilik Rumah Bertanggung Jawab
- Atikah Lemparkan Bayinya
- Atikah: Manda, Maafkan Mama Tak Bisa Menolong
- Bocah 5 Tahun Tewas Tertimpa Benteng Saat Hujan
BANDUNG, TRIBUN - Dua jam sebelum meninggal Amanda (5) yang masih
sekolah Taman Kanak-kanak (TK) tak biasanya malas mengerjakan Pekerjaan
Rumah (PR).
Amanda tewas tertimpa benteng rumah, Rabu (2/5) malam di Ciumbuleuit.
Nira (9,) kakak Amanda menuturkan, musibah yang menimpa keluargnya saat asik nonton televisi tiba-tiba terdengar gemuruh.
"Saya dan adik saya, Salsa (3) kebetulan di ujung sehingga hanya kaki yang tertimpa. Saya melihat Amanda tertimpa batu dan tertimbun reruntuhkan dan terdengar jeritan kesakitan," ujar Nira sambil mengusap-ngusap kakinya yang terluka, Kamis (3/5).
Menurut Nira, kata-kata terakhir dari adiknya setelah makan malam biasanya langsung mengerjakan PR tapi malam itu ketika minta mengerjakan PR malah bicara tidak akan sekolah lagi.
"Ma, Manda tak akan ngerjakan PR karena besok tak akan sekolah lagi," ujar Nira menirukan ucapan terakhir adiknya. (*)
Amanda tewas tertimpa benteng rumah, Rabu (2/5) malam di Ciumbuleuit.
Nira (9,) kakak Amanda menuturkan, musibah yang menimpa keluargnya saat asik nonton televisi tiba-tiba terdengar gemuruh.
"Saya dan adik saya, Salsa (3) kebetulan di ujung sehingga hanya kaki yang tertimpa. Saya melihat Amanda tertimpa batu dan tertimbun reruntuhkan dan terdengar jeritan kesakitan," ujar Nira sambil mengusap-ngusap kakinya yang terluka, Kamis (3/5).
Menurut Nira, kata-kata terakhir dari adiknya setelah makan malam biasanya langsung mengerjakan PR tapi malam itu ketika minta mengerjakan PR malah bicara tidak akan sekolah lagi.
"Ma, Manda tak akan ngerjakan PR karena besok tak akan sekolah lagi," ujar Nira menirukan ucapan terakhir adiknya. (*)
Penulis : tsm
Editor : dar