Selasa, 9 Juni 2026

Boyke: Keputusan Umuh Tidak Tepat

Keputusan Umuh Muchtar Mundur adalah langkah yang tidak tepat.

Tayang:
Penulis: cis | Editor: Januar Pribadi Hamel

Mantan pemain Persib Bandung era perserikatan, Boyke Adam, mengatakan keputusan Umuh Muchtar Mundur adalah langkah yang tidak tepat. Karena, kondisi Persib saat ini sangat membutuhkan peran manajer. Mengingat urutan Persib saat ini berada di urutan kesembilan klasemen sementara kompetisi Liga Super Indonesia LSI.

"Persib membutuhkan sosok manajer yang bisa mengayomi para pemainnya," kata Boyke kepada Tribun di Mes Persib, Jalan Ahmad Yani, Kota Bandung, Rabu (2/5) sore.

Boyke menilai, sosok Umuh adalah figur yang bisa mengayomi para pemainnya. Itu mengapa Boyke mengimbau sekembalinya Umuh dari Mekah harus menunda pengunduran dirinya. Namun dengan catatan Umuh harus menyusun rapi langkah-langkah terbaik untuk Persib. Tidak hanya, menjanjikan bonus besar kepada para pemain. Lebih-lebih campur tangan dalam pengaturan pemain dan strategi pemain.

"Manajer juga harus bisa menjadi motivator tim," ujar Boyke.

Terkait mundurnya Umuh karena keterpurukan Persib di komeptisi Liga Super Indonesia LSI, Boyke mengatakan kesalahan itu seharusnya tidak dilimpahkan kepada manajer semata. Karena, manajer tidak bertugas untuk bermain di atas lapangan dan mengatur strategi pemain.

"Hasil kan berdasarkan kerja dari para pemain. Sedangkan kekompakan tim tergantung dari ramuan pelatih," ujar Boyke.

Sedangkan adanya kabar campur tangan Umuh dalam strategi ataupun kebijakan pelatih, Boyke memang tidak mengetahui secara pasti. Namun, Boyke mengatakan hal itu memang tidak boleh dilakukan oleh seorang manajer. Kalaupun ada, Boyke berharap adanya evaluasi dari piha PT PBB selaku pemilik Persib.

Hal senada juga diutarakan Bambang Sukowiyono, mantan pemain Persib. Dia menambahkan, mundurnya Umuh tidak akan menyelesaikan masalah Persib yang saat ini terpuruk. Malah, bisa saja kondisi Persib makin memburuk.

Pria yang kerap disapa Suko itu mengatakan, semua yang ada di Persib juga harus bertanggungjawab atas buruknya prestasi Persib. Karena, menurut Suko, tidaklah adil jika hanya menyalahkan satu orang saja. Menurutnya, semua pihak seperti pemain, pelatih, manajer tim, dan manajer perusahan Persib juga harus ikut bertanggung jawab.

"Harus ada evaluasi menyeluruh karena dengan begitu akan melihat masalah yang ada di dalam tubuh Persib," kata Suko saat dihubungi Tribun melalui ponselnya, Selasa (2/5) sore.

Ketika disinggung sosok Umuh, Suko enggan berkomentar banyak. Dia pun enggan berkomentar banyak ketika ditanya siapa sosok yang pantas menggantikan Umuh jikalau memang resmi mundur dari jabatannaya sebagai manajer Persib.

Akan tetapi, Suko menjelaskan kriteria seorang manajer yang memang layak mendampingi sebuah tim sepak bola.

"Manajer tim sepak bola memang berbeda dengan manajer biasa," ujar pria yang saat ini juga menjabat sebagai Ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) PSSI Jawa Barat (Jabar).

Menurut Suko secara umum ada dua terkait dengan kriteria seorang manajer tim sepak bola. Yang pertama, seorang manajer tim sepak bola adalah orang yang memiliki pengetahuan dasar sepak bola dan mampu mengaplikasikannya dalam ilmu manajemen. Sehingga, tim tidak akan merasa kesulitan ketika membutuhkan perannya.

"Manajer harus bisa menyusun program kerja untuk kemajuan tim," ujar Suko.

Yang kedua, kata Suko, seorang manajer tim sepak bola harus mampu mengatur dan menjaga aset yang dimiliki tim. Aritnya, lanjut Suko, manajer harus tahu kapan membelanjakan uang untuk kebutuhan tim. Di samping itu, manajer tim juga harus menjaga pemain muda. Karena, pemain muda merupakan aset yang berharga untuk masa depan tim. Jangan sampai, hanya memperhatikan pemain bintang ataupun pemain jadi.

"Menjadi manajer harus berdiri tegak di semua kepentingan tidak menganak emaskan pemain ini dan itu. Harus bersikap netral demi kemajuan tim," ujar Suko. (ff)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved