- Dua Kecelakaan Lalu Lintas yang Menonjol Selama Pilgub
- Dishub Akan Bangun Kantong Kecelakaan
- Menekan Kecelakaan, Dishub Siap Lakukan Rekayasa Jalur
- Organda Inginkan Pemetaan Jalur Rawan
- Organda Lakukan Pendataan Bus dan Bengkel
- Sopir Bus Mustika Mega Utama Masih di RS
- Sopir Bus Kecelakaan Maut Cipularang Jadi Tersangka
- Sopir Bus Ngaku Sempat Tertidur Saat Nyetir
- Sopir Bus Maut Masih Koma di RS Santosa
- Berkas Korban Tanjakan Emen Diserahkan ke Kedubes…
SARILAMAK, TRIBUN — Tiga belas korban meninggal
dalam musibah terbakarnya bus PO Yanti Group di Jorong Ulu Aia,
Kecamatan Harau, Limapuluh Kota, Sumatera Barat, Selasa subuh, sudah
teridentifikasi. Semua telah dipulangkan kepada keluarga masing-masing.
Keluarga
korban datang ke kamar mayat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Adnand WD,
Payakumbuh, untuk membawa pulang jenazah anggota keluarganya yang tewas
dalam musibah tersebut.
Korban tewas adalah:
Dariman (75), Yasnimar (41), Riski (7), warga Baso, Agam (ketiganya adalah satu keluarga);
Nurhayati (48), warga Ampek Angkek Canduang, Agam;
Rosida (50), warga Palembayan, Agam;
Yusnina warga Sariak Laweh, Limapuluh Kota;
Sunita (30), warga Maninjau, Agam;
Ali Surdeni (35), warga Saruaso;
Suryandi, warga Tanjung Emas, Batusangkar;
Rezi, warga Sungai Tarap;
Sastri Hartini (35), warga Sungai Puar;
Safero, warga Tilatang Kamang;
Deni Sastra (35), warga Solok.
Direktur
RSUD Adnand WD Herijon di Payakumbuh mengatakan, proses otopsi terhadap
13 jenazah selesai sekitar pukul 18.30. Setelah itu, semua jenazah
langsung diantarkan ke daerah masing-masing. "Jenazah yang telah
dijemput oleh anggota keluarganya diantarkan dengan sembilan ambulans,"
kata Herijon.
Ia menyebutkan, proses evakuasi jenazah dari RSUD
Adnand WD menuju daerah asal berakhir pukul 20.30. "Ambulans terakhir
mengantarkan jenazah ke Maninjau, Agam," katanya.
Sementara
kondisi empat orang korban yang masih dirawat di RSUD Adnand WD,
menurut dia, terus membaik. "Dua korban yang menderita luka bakar
sedang sudah mulai membaik, demikian juga dua korban lain yang
menderita lecet dan luka bekas sayatan kaca," kata Herijon.
Keempat orang itu adalah Fikri (27), warga Duri; B Rajo (53), warga Palembayan;
Yurnani (54), warga Sibolga; dan Eli (27), warga Ampek Angkek Canduang. <!-- s: logo sponsor artikel -->
<!-- e: logo sponsor artikel -->