Banjir Citarum Bisa Terdeteksi 4 Jam Sebelumnya
Rabu, 2 Mei 2012 16:56 WIB

TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
ILUSTRASI Banjir Sungai Citarum di Jalan Raya Dayeuhkolot
ILUSTRASI Banjir Sungai Citarum di Jalan Raya Dayeuhkolot
Berita Terkait
- 2015, Penanaman 100 Juta Pohon DAS Citarum Rampung
- Dekopin Jabar Bentuk Tim Pelestarian DAS Citarum
- Banyak Koperasi Manfaatkan DAS Citarum
- Dekopin Dukung Penghijauan DAS Citarum
- Air Masih Tinggi, Pengerukan Citarum Dihentikan
- Banjir Luapan Sungai Citarum Meluas
- Penanaman Pohon Perdana CSB Bergulir November 2012
- 95 Persen Hulu Citarum Kritis
- 100 Juta Pohon Siap Ditanam di DAS Citarum
- DPRD Bandung Tak Tahu Progres Normalisasi Citarum
BANDUNG, TRIBUN -
Untuk mengantisipasi datangnya banjir disepanjang sungai Citarum sudah
terpasang 30 titik peringatan dini banjir. Sistem peringatan dini di
Citarum ini sudah terhubung dengan Puslitbang Air dan BMKG. Dengan
sistem ini kemungkinan banjir bisa terdeteksi kurang lebih empat jam
sebelumnya.
Menurut Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Citarum, Hasanuddin, sistem peringatan dini ini menggunakan sistem radio sebagai media untuk menginformasikan tentang potensi banjir. Semisal bila terjadi hujan di daerah Sapan atau Majalaya, maka sistem peringatan dini tersebut bisa memprediksi berapa jam lagi air akan sampai ke daerah banjir Dayeuh Kolot.
Dari deteksi dini sampai informasi melalui sistem radio ini, kemungkinan banjir bisa terdeteksi empat jam sebelumnya. Sistem deteksi ini masih dalam pengembangan karena belum maksimal terutama dari sisi penanganan.
"Sebetulnya sistem ini efektif karena bisa memberikan informasi kepada masyarakat, semacam early warning. Diharapkan masyarakat sudah tahu informasi sebelum banjir, yah minimal saat terjadi banjir masyarakat tidak syok," kata Hasanudin ditemui usai acara Kolokium di Pusat Litbang Sumber Daya Air Jalan Ir H Juanda, Rabu (2/5). (*)
Menurut Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Citarum, Hasanuddin, sistem peringatan dini ini menggunakan sistem radio sebagai media untuk menginformasikan tentang potensi banjir. Semisal bila terjadi hujan di daerah Sapan atau Majalaya, maka sistem peringatan dini tersebut bisa memprediksi berapa jam lagi air akan sampai ke daerah banjir Dayeuh Kolot.
Dari deteksi dini sampai informasi melalui sistem radio ini, kemungkinan banjir bisa terdeteksi empat jam sebelumnya. Sistem deteksi ini masih dalam pengembangan karena belum maksimal terutama dari sisi penanganan.
"Sebetulnya sistem ini efektif karena bisa memberikan informasi kepada masyarakat, semacam early warning. Diharapkan masyarakat sudah tahu informasi sebelum banjir, yah minimal saat terjadi banjir masyarakat tidak syok," kata Hasanudin ditemui usai acara Kolokium di Pusat Litbang Sumber Daya Air Jalan Ir H Juanda, Rabu (2/5). (*)
Penulis : tif
Editor : dar