Ungkap Perampokan Bersenjata, Masyarakat Diminta Bersabar
Selasa, 1 Mei 2012 19:19 WIB

Kemal Setia Permana
Korban perampokan dan penembakan, Resminta Sriyani (47) didampingi suaminya Kolonel Donald Sitorus saat dirawat di RS Dustira Cimahi, Jumat (20/4/2012).
Korban perampokan dan penembakan, Resminta Sriyani (47) didampingi suaminya Kolonel Donald Sitorus saat dirawat di RS Dustira Cimahi, Jumat (20/4/2012).
Berita Terkait
- Polisi Kejar Buron Perampok Rp 2,99 M ke Luar Bandung
- Agus Simpan Rp 650 Juta Uang Hasil Merampok
- Agus Simpan Rp 650 Juta Hasil Rampokan
- Oknum TNI Pelaku Perampokan Rp 2,99 Miliar Masih Dikejar
- Tim Khusus Kejar Perampok Rp 2,99 Miliar
- Polisi Terus Kejar Rampok Rp 2,99 Miliar
- Mobil Pengiriman Uang yang Dirampok Tak Dikawal Polisi
- Pria Asal Cina Dirampok di Kawasan Melati Wangi
- Teriakan Muat Gagalkan Perampokan Gudang
- Mobil Perampok di Tasik Dibakar Massa
BANDUNG, TRIBUN - Sudah 2 pekan lebih, Satreskrim Polrestabes Bandung
didukung Polda Jabar menyelidiki perkara perampok bersenjata api di Kota
Bandung.
Kepala Kepolisian Resor Kota Besar (Kapolrestabes) Bandung Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Abdul Rakhman Baso berharap masyarakat bersabar dan memberikan kesempatan polisi untuk mengungkap kasus pencurian dengan kekerasan (curas).
Meski tak dimungkiri sedikit demi sedikit mulai menemukan titik terang, namun Kapolrestabes enggan memberikan penjelasan secara rinci soal perkembangan terakhir.
"Ini kan masalah teknis penyelidikan, jadi tidak bisa dipublikasi. Harap maklum, lantaran khawatir pelakunya kabur. Masyarakat juga kami harap bersabar. Biarkan kami bekerja," ujar Rakhman yang didampingi Kasubag Humas Polrestabes Bandung AKP Rosdiana disela pengamanan May Day di Gedung Sate, Bandung, Selasa (1/5).
Diberitakan sebelumnya, Kamis (19/4) lalu, sebelum membawa kabur uang Rp 170 juta, kawanan rampok menembak korbannya, Resminta Sriyani (47) di kawasan Jalan Patrakomala, Bandung. Di TKP ini polisi menemukan selongsong peluru kaliber 38 mm.
Paha kiri, Resminta yang juga istri Kolonel Donald Sitorus itu harus mendapat perawatan di rumah sakit. Pelaku saat itu diketahui berjumlah 2 orang.
Kemudian Jumat (20/4), setelah berhasil membawa kabur laptop dan uang sekitar US$ 6 ribu, kawanan maling yang berjumlah 4 orang itu sempat memukul dan menembak korbannya, Harindaka Maruti (20) lalu kabur dengan motor yang digunakan korban. Di TKP ini polisi menemukan peluru utuh kaliber 22 mm. (*)
Kepala Kepolisian Resor Kota Besar (Kapolrestabes) Bandung Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Abdul Rakhman Baso berharap masyarakat bersabar dan memberikan kesempatan polisi untuk mengungkap kasus pencurian dengan kekerasan (curas).
Meski tak dimungkiri sedikit demi sedikit mulai menemukan titik terang, namun Kapolrestabes enggan memberikan penjelasan secara rinci soal perkembangan terakhir.
"Ini kan masalah teknis penyelidikan, jadi tidak bisa dipublikasi. Harap maklum, lantaran khawatir pelakunya kabur. Masyarakat juga kami harap bersabar. Biarkan kami bekerja," ujar Rakhman yang didampingi Kasubag Humas Polrestabes Bandung AKP Rosdiana disela pengamanan May Day di Gedung Sate, Bandung, Selasa (1/5).
Diberitakan sebelumnya, Kamis (19/4) lalu, sebelum membawa kabur uang Rp 170 juta, kawanan rampok menembak korbannya, Resminta Sriyani (47) di kawasan Jalan Patrakomala, Bandung. Di TKP ini polisi menemukan selongsong peluru kaliber 38 mm.
Paha kiri, Resminta yang juga istri Kolonel Donald Sitorus itu harus mendapat perawatan di rumah sakit. Pelaku saat itu diketahui berjumlah 2 orang.
Kemudian Jumat (20/4), setelah berhasil membawa kabur laptop dan uang sekitar US$ 6 ribu, kawanan maling yang berjumlah 4 orang itu sempat memukul dan menembak korbannya, Harindaka Maruti (20) lalu kabur dengan motor yang digunakan korban. Di TKP ini polisi menemukan peluru utuh kaliber 22 mm. (*)
Penulis : dic
Editor : dar