2.214 Mahasiswa UPI Diwisuda
Kamis, 19 April 2012 11:19 WIB
Berita Terkait
- Mutu Lulusan PT Dilihat Dari Sambutan Dunia Usaha
- Riset Fundamental Jadi Kekuatan Tradisional ITB
- Indonesia Masih Butuh Ratusan Ribu Sarjana Teknik
- Stikom Mewisuda 86 Lulusan Ahli Madya dan Sarjana
- 86 Persen Lulusan UMN Sudah Kerja Sebelum Wisuda
- UPI Gelar Upacara Peringati Hari Sumpah Pemuda
- UPI Wisuda 2.888 Lulusannya
- 249 Lulusan STKS Diwisuda
- Akademi Kebidanan Bandung Mewisuda 47 Bidan
- Masih Sedikit Orang yang Melanjutkan Kuliah
BANDUNG, TRIBUN - Sebanyak 2.214 mahasiswa Universitas
Pendidikan Indonesia (UPI) diwisuda, di Kampus UPI Jalan Setiabudhi,
Rabu (18/4). Dari keseluruhan wisudawan, 60 persen (1.327 lulusan)
adalah perempuan. Fakta ini memberi testimoni atas keberhasilan para
pejuang dan pendidik perempuan.
Rektor UPI Prof Dr Sunaryo Kartadinata MPd mengatakan, dari jumlah mahasiswa yang diwisuda meliputi 60 doktor, 149 magister pendidikan, 9 magister pendidikan, 1.739 sarjana pendidikan, 248 sarjana non kependidikan dan 9 orang lulusan diploma non kependidikan. Para wisudawan diharapkan bisa menjawab tantangan dunia pendidikan yang kian kompleks.
Selain itu, bisa menjawab masalah-masalah domestik dunia pendidikan karena akibat globalisasi lebih cepat daripada pembaruan kurikulum dan penilaian.
"Jiwa kepeloporan juga harus ditanamkan. Bawalah jiwa kepeloporan danm keunggulan ke mana pun saudara melangkah. Ilmu akan bermanfaat bila diamalkan," kata Prof Sunaryo dalam pidato Rektor.
Ia mencontohkan Steve Jobs dan Ma Eroh yang bisa menjadi pelopor. Steve Jobs menjadi pelopor IT yang menciptakan kelas-kelas global yang tersebar di seluruh dunia. Dan Ma Eroh dikenal sebagai pelopor yang mampu mengalirkan air dari balik lereng cadas terjal hingga mampu mengairi 145,5 hektare sawah tadah hujan di Cisayong, Tasikmalaya. (*)
Rektor UPI Prof Dr Sunaryo Kartadinata MPd mengatakan, dari jumlah mahasiswa yang diwisuda meliputi 60 doktor, 149 magister pendidikan, 9 magister pendidikan, 1.739 sarjana pendidikan, 248 sarjana non kependidikan dan 9 orang lulusan diploma non kependidikan. Para wisudawan diharapkan bisa menjawab tantangan dunia pendidikan yang kian kompleks.
Selain itu, bisa menjawab masalah-masalah domestik dunia pendidikan karena akibat globalisasi lebih cepat daripada pembaruan kurikulum dan penilaian.
"Jiwa kepeloporan juga harus ditanamkan. Bawalah jiwa kepeloporan danm keunggulan ke mana pun saudara melangkah. Ilmu akan bermanfaat bila diamalkan," kata Prof Sunaryo dalam pidato Rektor.
Ia mencontohkan Steve Jobs dan Ma Eroh yang bisa menjadi pelopor. Steve Jobs menjadi pelopor IT yang menciptakan kelas-kelas global yang tersebar di seluruh dunia. Dan Ma Eroh dikenal sebagai pelopor yang mampu mengalirkan air dari balik lereng cadas terjal hingga mampu mengairi 145,5 hektare sawah tadah hujan di Cisayong, Tasikmalaya. (*)
Penulis : tif
Editor : dar
Sumber : Tribun Jabar
