PMI Targetkan Pendapatan Rp 25 Miliar
Selasa, 17 April 2012 15:44 WIB

Gani Kurniawan
Seorang petugas menata labu darah di Kantor Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Bandung, Jalan Aceh, Selasa (3/4). Terkait kenaikan harga darah 25 persen dari Rp 200 ribu menjadi Rp 250 ribu per labu, PMI Kota Bandung membantah melakukan komersialisasi labu darah karena kenaikan harga tersebut terjadi pada Biaya Penggantian Pengolahan Darah (BPPD) yaitu biaya dari mulai proses pengambilan darah hingga menjadikan darah yang berkualitas dan aman berdasarkan keputusan Kementrian Kesehatan (Kemenkes) RI yang tertuang dalam surat Kemenkes RI No.JP.01.01.3.1519.2011 tanggal 6 Juni 2011 tentang Tata Laksana Jaminan Pengobatan Pelayanan Thalassemi.
Seorang petugas menata labu darah di Kantor Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Bandung, Jalan Aceh, Selasa (3/4). Terkait kenaikan harga darah 25 persen dari Rp 200 ribu menjadi Rp 250 ribu per labu, PMI Kota Bandung membantah melakukan komersialisasi labu darah karena kenaikan harga tersebut terjadi pada Biaya Penggantian Pengolahan Darah (BPPD) yaitu biaya dari mulai proses pengambilan darah hingga menjadikan darah yang berkualitas dan aman berdasarkan keputusan Kementrian Kesehatan (Kemenkes) RI yang tertuang dalam surat Kemenkes RI No.JP.01.01.3.1519.2011 tanggal 6 Juni 2011 tentang Tata Laksana Jaminan Pengobatan Pelayanan Thalassemi.
Berita Terkait
- Penampilan Agus Yudhoyono di Hipmi Dipertanyakan
- Hipmi Ajak Pengusaha Muda Jaga Stabilitas Nasional
- Hipmi: Naikkan Harga BBM Bersubsidi
- PMI Medical Center Digandeng BNP
- Pertemuan Soal PHK 2 Buruh, Perusahaan Tetap mem-PHK
- Industri Kreatif Tak Hanya Fashion dan Makanan
- Hipmi Jabar Gelar Nobar Film Rectoverso
- Segel Gerbang KPU Jabar, PMII Bentrok dengan Polisi
- PMII Demo Kantor KPU Jabar
- Bantu Banjir di Pluit, Apindo Serahkan Rp 1 Miliar…
BANDUNG, TRIBUN - Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Bandung Ade
Koesyanto menargetkan pendapatan sebesar Rp 25 miliar dari Biaya
Penggantian Pengelolaan Darah (BPPD).
"Tahun 2011 dana yang terkumpul dari BPPD sebesar Rp 20 miliar dan tahun 2012 ditargetkan naik 25 persen sehingga jadi Rp 25 miliar," ujar Ade usai dilantik Ketua PMI priode 2012-2017 di Pendopo, Selasa (17/4).
Menurut Ade, walau target naik PMI tetap melayani warga miskin yang memiliki kartu Jamkesmas. "Warga miskin yang tidak memiliki Jamkesmas juga bisa dilayani dengan biaya Bawaku Sehat yang merupakan biaya dari Pemkot Bandung, " ujarnya.
Ade mengatakan, darah di PMI sebagian besar pemakainya penderita talasemia dan biaya ditanggung pemerintah pusat dan daerah. "PMI Kota Bandung banyak dibantu pemerintah Kota dengan setiap tahun diberi dana hibah," ujarnya.
Ia mengatakan, tahun 2012 dana hibah yang dikucurkan ke PMI sebesar Rp 1,6 miliar. "Pendapatan lain diperoleh dari bulan dana PMI setiap tahunnya mencapai Rp 1 miliar," ujar Ade.
Menurut Ade, dana yang didapat dari hasil BPPD, dan bulan dana dikembalikan ke masyarakat untuk membantu bencana alam dan lainnya. (*)
"Tahun 2011 dana yang terkumpul dari BPPD sebesar Rp 20 miliar dan tahun 2012 ditargetkan naik 25 persen sehingga jadi Rp 25 miliar," ujar Ade usai dilantik Ketua PMI priode 2012-2017 di Pendopo, Selasa (17/4).
Menurut Ade, walau target naik PMI tetap melayani warga miskin yang memiliki kartu Jamkesmas. "Warga miskin yang tidak memiliki Jamkesmas juga bisa dilayani dengan biaya Bawaku Sehat yang merupakan biaya dari Pemkot Bandung, " ujarnya.
Ade mengatakan, darah di PMI sebagian besar pemakainya penderita talasemia dan biaya ditanggung pemerintah pusat dan daerah. "PMI Kota Bandung banyak dibantu pemerintah Kota dengan setiap tahun diberi dana hibah," ujarnya.
Ia mengatakan, tahun 2012 dana hibah yang dikucurkan ke PMI sebesar Rp 1,6 miliar. "Pendapatan lain diperoleh dari bulan dana PMI setiap tahunnya mencapai Rp 1 miliar," ujar Ade.
Menurut Ade, dana yang didapat dari hasil BPPD, dan bulan dana dikembalikan ke masyarakat untuk membantu bencana alam dan lainnya. (*)
Penulis : tsm
Editor : dar
Sumber : Tribun Jabar
