Irma Tak Boleh Ikuti UN
Selasa, 17 April 2012 20:34 WIB
MARGAASIH, TRIBUN - Irma Agustiani, siswa SMAN 1 Margaasih Kabupaten
Bandung, terpaksa tak bisa mengikuti ujian nasional (UN) hari kedua pada
Selasa (17/4) karena pihak RS Immanuel, tempat Irma dirawat, tak
mengizinkan gadis berkulit putih itu mengikuti UN hari kedua yang
menguji soal Bahasa Inggris dan Ekonomi.
Irma terpaksa dirawat di RS Immanuel setelah diketahui pingsan di halaman sekolahnya usai mengikuti UN hari pertama yang mengujikan soal Bahasa Indonesia pada Senin (16/4). Belakangan diketahui, Irma menderita penyakit leukemia. Pikiran tegang menghadapi UN, membuat Irma pingsan.
Sebenarnya tim pengawas independen telah berupaya agar Irma bisa mengikuti UN hari kedua. Mereka pada Selasa (17/4) pagi sengaja membawa lembaran soal dan jawaban UN ke RS Immanuel, namun pihak rumah sakit dengan alasan kesehatan tak memperbolehkan Irma untuk mengikuti UN.
"Karena pihak rumah sakit tidak mengizinkan, maka jalan keluarnya nanti Irma harus mengikuti UN susulan," ujar Muhammad Satar, tim pengawas independen dari Universitas Bale Bandung, Baleendah, Kabupaten Bandung di Margaasih, kemarin.
Menurut Satar, kondisi Irma kini sudah membaik. Namun untuk mengikuti UN, menurut penilaian pihak rumah sakit hal itu belum bisa dilakukan. Irma masih membutuhkan perawatan dokter untuk memulihkan kondisi tubuhnya.
Kepala Sekolah SMAN 1 Margaasih, Usep, mengatakan dari 189 siswa SMAN 1 Margaasih yang mengikuti UN, hanya Irma seorang yang tak bisa melanjutkan UN pada hari kedua. Diluar itu, kata Usep, UN di sekolahnya berjalan lancar.
"Sekarang kita fokuskan dulu pada pemulihan Irma. Nanti kalau sudah sehat kembali, bisa mengikuti UN susulan," ujar Usep.
Secara umum, hari kedua pelaksanaan UN di Kabupaten Bandung berjalan lancar. Berbeda dengan hari pertama yang terasa tegang, pada hari kedua UN para peserta tampak lebih santai. UN di Kabupaten Bandung diikuti oleh 20.547 peserta.Ada pun jumlah sekolah yang menggelar UN sebanyak 201 sekolah. (san)
Irma terpaksa dirawat di RS Immanuel setelah diketahui pingsan di halaman sekolahnya usai mengikuti UN hari pertama yang mengujikan soal Bahasa Indonesia pada Senin (16/4). Belakangan diketahui, Irma menderita penyakit leukemia. Pikiran tegang menghadapi UN, membuat Irma pingsan.
Sebenarnya tim pengawas independen telah berupaya agar Irma bisa mengikuti UN hari kedua. Mereka pada Selasa (17/4) pagi sengaja membawa lembaran soal dan jawaban UN ke RS Immanuel, namun pihak rumah sakit dengan alasan kesehatan tak memperbolehkan Irma untuk mengikuti UN.
"Karena pihak rumah sakit tidak mengizinkan, maka jalan keluarnya nanti Irma harus mengikuti UN susulan," ujar Muhammad Satar, tim pengawas independen dari Universitas Bale Bandung, Baleendah, Kabupaten Bandung di Margaasih, kemarin.
Menurut Satar, kondisi Irma kini sudah membaik. Namun untuk mengikuti UN, menurut penilaian pihak rumah sakit hal itu belum bisa dilakukan. Irma masih membutuhkan perawatan dokter untuk memulihkan kondisi tubuhnya.
Kepala Sekolah SMAN 1 Margaasih, Usep, mengatakan dari 189 siswa SMAN 1 Margaasih yang mengikuti UN, hanya Irma seorang yang tak bisa melanjutkan UN pada hari kedua. Diluar itu, kata Usep, UN di sekolahnya berjalan lancar.
"Sekarang kita fokuskan dulu pada pemulihan Irma. Nanti kalau sudah sehat kembali, bisa mengikuti UN susulan," ujar Usep.
Secara umum, hari kedua pelaksanaan UN di Kabupaten Bandung berjalan lancar. Berbeda dengan hari pertama yang terasa tegang, pada hari kedua UN para peserta tampak lebih santai. UN di Kabupaten Bandung diikuti oleh 20.547 peserta.Ada pun jumlah sekolah yang menggelar UN sebanyak 201 sekolah. (san)
Penulis : san
Editor : turnip
Sumber : Tribun Jabar