Waralaba Tawarkan Banyak Manfaat Investasi
Sabtu, 14 April 2012 18:18 WIB
Berita Terkait
- Yuk Bisnis Waralaba Pakaian Muslim
- Ini Dia Penawaran Kemitraan dari Mie Balungan
- Pemilik Merek Starbuck Ogah Waralabakan Gerainya
- Keunikan Usaha, Penentu Persaingan Bisnis Waralaba
- KFC Tawarkan Penyertaan Modal
- Kemendag Segera Tertibkan Waralaba
- Pemerintah Batasi Gerai Waralaba Restoran
- Aturan Waralaba Restoran Keluar Minggu Ini
- Omzet Ratusan Juta dari Broker Waralaba
- 7-Eleven Bakal Mewaralabakan Bisnisnya
BANDUNG, TRIBUN - Seminar wirausaha yang digelar Kementerian Perdagangan Republik Indonesia pada Sabtu (14/4) tampak sederhana namun tak mengurangi antusiasme peserta.
Pasalnya seminar ini menghadirkan narasumber yang mumpuni di bidangnya. Narasumber tersebut antara lain Ketua Asosiasi Franchise Indonesia Drs. Anang Sukandar, Direktorat Bina Usaha Perdagangan Nurlaila Nur Muhammad, Franchisor Auto Bridal Hendry Indraguna, Franchisor Action Coach Hendra Hilman.
Seminar yang diadakan di Hotel Amarossa ini menyampaikan konsep bisnis dan cara melakukan franchise atas usaha yang dibuat serta bagaimana membangun usaha waralaba.
Pada seminar tersebut dibicarakan bahwa saat ini para pebisnis dunia maupun Asia mengatakan, bahwa Indonesia merupakan pasar yang seksi bagi sejumlah produk usaha. Kenyataan ini menjadi peluang yang sangat sayang untuk dilewatkan oleh pelaku pasar di Indonesia. Hal ini juga berlaku bagi para pengusaha maupun yang ingin memiliki usaha untuk mengembangkan usaha lebih serius di Indonesia.
Dengan target pasar yang luar biasa adalah wajar jika kita gelisah karena melewatkan besarnya potensi keuntungan yang dapat diraih dengan menginvestasikan uang di usaha riil. Karenanya, daripada berharap bunga simpanan atau deposito naik tanpa kejelasan, kini saatnya Anda yang mengendalikan ketidakpastian itu dengan memiliki usaha sendiri.
"Makin banyak menanam, makin banyak menuai hasil, begitu juga usaha waralaba," tutur Hendry Indraguna.
Menurutnya, waralaba usaha menawarkan banyak hal yang bisa dijadikan model dibandingkan jenis investasi lainnya. Merek yang dikenal, jaminan kualitas produk, dan sistem usaha yang mapan adalah sebagian jaminan yang diberikan waralaba untuk mendatangkan manfaat finansial bagi peminatnya.
Sebagian lainnya menjadi tanggung jawab pengusaha dengan mewujudkan semangat kreatif dan inovasi kewirausahaan yang dimiliki. (Jb5)
Pasalnya seminar ini menghadirkan narasumber yang mumpuni di bidangnya. Narasumber tersebut antara lain Ketua Asosiasi Franchise Indonesia Drs. Anang Sukandar, Direktorat Bina Usaha Perdagangan Nurlaila Nur Muhammad, Franchisor Auto Bridal Hendry Indraguna, Franchisor Action Coach Hendra Hilman.
Seminar yang diadakan di Hotel Amarossa ini menyampaikan konsep bisnis dan cara melakukan franchise atas usaha yang dibuat serta bagaimana membangun usaha waralaba.
Pada seminar tersebut dibicarakan bahwa saat ini para pebisnis dunia maupun Asia mengatakan, bahwa Indonesia merupakan pasar yang seksi bagi sejumlah produk usaha. Kenyataan ini menjadi peluang yang sangat sayang untuk dilewatkan oleh pelaku pasar di Indonesia. Hal ini juga berlaku bagi para pengusaha maupun yang ingin memiliki usaha untuk mengembangkan usaha lebih serius di Indonesia.
Dengan target pasar yang luar biasa adalah wajar jika kita gelisah karena melewatkan besarnya potensi keuntungan yang dapat diraih dengan menginvestasikan uang di usaha riil. Karenanya, daripada berharap bunga simpanan atau deposito naik tanpa kejelasan, kini saatnya Anda yang mengendalikan ketidakpastian itu dengan memiliki usaha sendiri.
"Makin banyak menanam, makin banyak menuai hasil, begitu juga usaha waralaba," tutur Hendry Indraguna.
Menurutnya, waralaba usaha menawarkan banyak hal yang bisa dijadikan model dibandingkan jenis investasi lainnya. Merek yang dikenal, jaminan kualitas produk, dan sistem usaha yang mapan adalah sebagian jaminan yang diberikan waralaba untuk mendatangkan manfaat finansial bagi peminatnya.
Sebagian lainnya menjadi tanggung jawab pengusaha dengan mewujudkan semangat kreatif dan inovasi kewirausahaan yang dimiliki. (Jb5)
Editor : dar
Sumber : Tribun Jabar