Bintang Ujian
Sabtu, 14 April 2012 17:02 WIB
* Ferri Amiril Mukminin, Wartawan Tribun
DEG-degan takut nggak bisa ngerjain soal yang dianggap sulit, saat ini mungkin dirasakan oleh para pelajar yang akan mengikuti ujian nasional. Sebagian melakukan usaha keras agar bisa mengerjakan soal-soal tersebut, seperti mengikuti bimbingan belajar, berbagai try out, belajar kelompok, hingga nggak keluar rumah berhari-hari seperti yang dilakukan beberapa pelajar misalnya.
Tidak hanya itu, setelah belajar ekstra keras, serangkaian kegiatan lain dilakukan. Berdoa bersama dan menggelar istighosah menjadi agenda rutin beberapa sekolah di berbagai pelosok Jabar ketika menghadapi ujian nasional.
Semua pelajar ingin lulus dengan nilai yang terbaik. Standar soal nasional, menjadikan semua pelajar harus mampu mengikuti, termasuk sekolah-sekolah yang berada di pedalaman maupun pelosok.
Pelajar yang percaya diri dan telah melakukan persiapan dengan matang mungkin tinggal berdoa dan berusaha mengerjakan soal sebaik mungkin. Namun bagi mereka yang tidak percaya diri, menyontek atau intip kunci jawaban teman, mungkin menjadi alternatif saat ujian daripada kertas jawaban tidak terisi lalu nilai ujian jeblok.
Hasil dari pengalaman beberapa pelajar, mereka yang tidak percaya diri menumpukkan harapan pada 'bintang kelas' atau orang yang terpintar. Bintang kelas dianggap selalu mampu mengerjakan soal dengan baik dan benar. Tidak heran saat ujian yang diawasi dengan ketat sekalipun selalu terdengar kode-kode tanda meminta jawaban atau contekan, seperti suara bisikan, kode tangan, dan lainnya.
Bintang kelas selalu didekati. Kehadirannya selalu dinanti, apalagi saat ujian. Beberapa pelajar yang ingin seperti dirinya berusaha keras mengikuti cara belajarnya bahkan hingga menyambangi rumahnya. Bintang kelas yang baik tentu berbagi cara ia menjadi pintar. Namun tidak sedikit bintang kelas yang pelit dan bikin yang minta contekan gigit jari.
Meningkatkan percaya diri dan kemampuan memang menjadi tugas berat para guru dan orangtua. Ujian nasional menuntut pelajar yang lulus adalah mereka yang benar-benar kredibel dan berkualitas. Selain pintar, pelajar juga dituntut mentalnya untuk siap menerima hasil ujian.
Tidak jarang dalam setiap tahunnya ada saja siswa yang tidak lulus dalam ujian nasional.
Fenomena negatif lainnya adalah pelajar yang dilanda stres baik sebelum ujian dan setelah ujian. Tidak jarang mereka berani melakukan hal-hal yang nekat karena dinyatakan tidak lulus dalam ujian.
Tidak heran mereka yang dinyatakan lulus juga langsung meluapkan kegembiraan mereka. Mereka mencorat-coret seragam dengan cat pylox, dan mengoleksi tanda tangan dengan spidol sambil berkeliling konvoi bersama teman-temannya. Apapun hasil ujian itu adalah yang terbaik. Selamat berjuang! (*)
DEG-degan takut nggak bisa ngerjain soal yang dianggap sulit, saat ini mungkin dirasakan oleh para pelajar yang akan mengikuti ujian nasional. Sebagian melakukan usaha keras agar bisa mengerjakan soal-soal tersebut, seperti mengikuti bimbingan belajar, berbagai try out, belajar kelompok, hingga nggak keluar rumah berhari-hari seperti yang dilakukan beberapa pelajar misalnya.
Tidak hanya itu, setelah belajar ekstra keras, serangkaian kegiatan lain dilakukan. Berdoa bersama dan menggelar istighosah menjadi agenda rutin beberapa sekolah di berbagai pelosok Jabar ketika menghadapi ujian nasional.
Semua pelajar ingin lulus dengan nilai yang terbaik. Standar soal nasional, menjadikan semua pelajar harus mampu mengikuti, termasuk sekolah-sekolah yang berada di pedalaman maupun pelosok.
Pelajar yang percaya diri dan telah melakukan persiapan dengan matang mungkin tinggal berdoa dan berusaha mengerjakan soal sebaik mungkin. Namun bagi mereka yang tidak percaya diri, menyontek atau intip kunci jawaban teman, mungkin menjadi alternatif saat ujian daripada kertas jawaban tidak terisi lalu nilai ujian jeblok.
Hasil dari pengalaman beberapa pelajar, mereka yang tidak percaya diri menumpukkan harapan pada 'bintang kelas' atau orang yang terpintar. Bintang kelas dianggap selalu mampu mengerjakan soal dengan baik dan benar. Tidak heran saat ujian yang diawasi dengan ketat sekalipun selalu terdengar kode-kode tanda meminta jawaban atau contekan, seperti suara bisikan, kode tangan, dan lainnya.
Bintang kelas selalu didekati. Kehadirannya selalu dinanti, apalagi saat ujian. Beberapa pelajar yang ingin seperti dirinya berusaha keras mengikuti cara belajarnya bahkan hingga menyambangi rumahnya. Bintang kelas yang baik tentu berbagi cara ia menjadi pintar. Namun tidak sedikit bintang kelas yang pelit dan bikin yang minta contekan gigit jari.
Meningkatkan percaya diri dan kemampuan memang menjadi tugas berat para guru dan orangtua. Ujian nasional menuntut pelajar yang lulus adalah mereka yang benar-benar kredibel dan berkualitas. Selain pintar, pelajar juga dituntut mentalnya untuk siap menerima hasil ujian.
Tidak jarang dalam setiap tahunnya ada saja siswa yang tidak lulus dalam ujian nasional.
Fenomena negatif lainnya adalah pelajar yang dilanda stres baik sebelum ujian dan setelah ujian. Tidak jarang mereka berani melakukan hal-hal yang nekat karena dinyatakan tidak lulus dalam ujian.
Tidak heran mereka yang dinyatakan lulus juga langsung meluapkan kegembiraan mereka. Mereka mencorat-coret seragam dengan cat pylox, dan mengoleksi tanda tangan dengan spidol sambil berkeliling konvoi bersama teman-temannya. Apapun hasil ujian itu adalah yang terbaik. Selamat berjuang! (*)
Penulis : fam
Editor : dar