Marwan Akhirnya Memberi Maaf
Jumat, 13 April 2012 12:39 WIB

Deni Denaswara
Marwan Sayedeh, pemain Gresik United
Marwan Sayedeh, pemain Gresik United
Berita Terkait
- Jaga Ritme Seperti Lawan SFC
- Tiket di Loket Resmi Masih Tersedia
- Yudi Guntara: Perbaiki Performa Lini Belakang!
- Eddie Foday Boakay Absen Perkuat Sriwijaya FC
- Lini Belakang Dikoreksi Langsung Saat Latihan
- Ketua Singamania Minta Maaf ke Bobotoh
- Marwan Masuk Starting Eleven
- Manajemen Persib Pertanyakan Hukuman Firman
- Messi dan Naser Bakal Absen Lawan PBR
- Aang Siap Main di Laga Derbi
BANDUNG, TRIBUN - Manajemen Gresik United mengungkapkan bahwa perdamaian atas kasus pemukulan setelah laga di Stadion Siliwangi terjadi setelah sang korban, Marwan Sayedeh, akhirnya berlapang dada. Dia pun mau mencabut laporan yang dibuat sebelumnya.
"Inisiatifnya datang dari Marwan sendiri. Tidak ada paksaan dari saya maupun manajemen Persib," kata Direktur Keuangan PT Persigres Jaka Samudra, Abdul Hamid, Jumat (13/4).
Marwan akhirnya mau memaafkan pemukulan yang terjadi hari Rabu (11/4). Dia datang ke Mapolrestabes Bandung bersama Manajer Persib, Umuh Muhtar. Saat ini mereka ada di ruang Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Bandung untuk membuat kesepakatan damai.
Abdul mengatakan bahwa sebetulnya pihaknya tidak ingin melaporkan pemukulan tersebut tapi Marwan keburu emosi atas perlakuan yang dia terima. Usai kejadian, sudah ada pembicaraan antara Bupati Gresik, Sambari Halim, dengan Dirut PT Persigres Jaka Samudra, Saiful Arif.
Saiful yang tersambung melalui blackberry messenger hanya bisa memberi saran untuk berdamai. "Okay, damai saja, cak" tulisnya dalam BBM.
Bersamaan dengan itu, Kamis malam sikap Marwan akhirnya melunak dan mengambil keputusan untuk berdamai saja.
Pencabutan laporan penganiayaan
Saat ini tengah berlangsung pertemuan antara manajemen Persib Bandung dengan Marwan Sayedeh, pemain Gresik United, di ruang Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Bandung, Jumat (13/4). Pertemuan itu terkait rencana pencabutan laporan penganiayaan yang menimpa Marwan.
Hal itu diungkapkan Kasatreskrim Polrestabes Bandung, Ajun Komisaris Besar Wijonarko. Dia tengah mempertemukan dua pihak untuk membuat kesepakatan agar tidak mengulangi kejadian tersebut.
"Bila sudah tercapai perdamaian dan pihak pelapor mencabut pengaduannya, kasus ini selesai dengan sendirinya," ujar Wijonarko.
Pengaduan Marwan terkait pemukulan seorang panpel dilakukan terkait insiden yang berlangsung usai laga Persib Bandung dengan Gresik United di Stadion Siliwangi, Rabu (11/4). Dia ditonjok seorang panpel sehingga pelipisnya sobek dan mengeluarkan banyak darah.
Wijonarko mengatakan bahwa pihaknya sudah memeriksa tiga orang saksi terkait kejadian tersebut pascalaporan Marwan. (*)
"Inisiatifnya datang dari Marwan sendiri. Tidak ada paksaan dari saya maupun manajemen Persib," kata Direktur Keuangan PT Persigres Jaka Samudra, Abdul Hamid, Jumat (13/4).
Marwan akhirnya mau memaafkan pemukulan yang terjadi hari Rabu (11/4). Dia datang ke Mapolrestabes Bandung bersama Manajer Persib, Umuh Muhtar. Saat ini mereka ada di ruang Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Bandung untuk membuat kesepakatan damai.
Abdul mengatakan bahwa sebetulnya pihaknya tidak ingin melaporkan pemukulan tersebut tapi Marwan keburu emosi atas perlakuan yang dia terima. Usai kejadian, sudah ada pembicaraan antara Bupati Gresik, Sambari Halim, dengan Dirut PT Persigres Jaka Samudra, Saiful Arif.
Saiful yang tersambung melalui blackberry messenger hanya bisa memberi saran untuk berdamai. "Okay, damai saja, cak" tulisnya dalam BBM.
Bersamaan dengan itu, Kamis malam sikap Marwan akhirnya melunak dan mengambil keputusan untuk berdamai saja.
Pencabutan laporan penganiayaan
Saat ini tengah berlangsung pertemuan antara manajemen Persib Bandung dengan Marwan Sayedeh, pemain Gresik United, di ruang Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Bandung, Jumat (13/4). Pertemuan itu terkait rencana pencabutan laporan penganiayaan yang menimpa Marwan.
Hal itu diungkapkan Kasatreskrim Polrestabes Bandung, Ajun Komisaris Besar Wijonarko. Dia tengah mempertemukan dua pihak untuk membuat kesepakatan agar tidak mengulangi kejadian tersebut.
"Bila sudah tercapai perdamaian dan pihak pelapor mencabut pengaduannya, kasus ini selesai dengan sendirinya," ujar Wijonarko.
Pengaduan Marwan terkait pemukulan seorang panpel dilakukan terkait insiden yang berlangsung usai laga Persib Bandung dengan Gresik United di Stadion Siliwangi, Rabu (11/4). Dia ditonjok seorang panpel sehingga pelipisnya sobek dan mengeluarkan banyak darah.
Wijonarko mengatakan bahwa pihaknya sudah memeriksa tiga orang saksi terkait kejadian tersebut pascalaporan Marwan. (*)
Editor : dar
Sumber : Kompas