Selasa, 9 Juni 2026

Artis

Dari artis juga mengalir deras berita tentang perceraian, kawin siri, selingkuh, poligami, (KDRT), hingga pencalonan wali kota dan gubernur.

Tayang:
Penulis: Deni Ahmad Fajar | Editor: Darajat Arianto
* Deni Ahmad Fajar, Wartawan Tribun

BERITA tentang sosok artis, tidak lagi berkisar soal peluncuran album baru atau film baru. Dari artis juga mengalir deras berita tentang perceraian, kawin siri, selingkuh, poligami, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), hingga pencalonan wali kota dan gubernur.

Artis yang jadi anggota dewan juga tidak sedikit. Lihat saja penghuni Senayan, artis banyak berkantor di gedung mewah itu. Kalau kiprah mereka sebagai wakil rakyat tidak pernah terdengar, ya maklum saja, mereka kan artis.

Walaupun kinerjanya sebagai politikus dan pejabat, mayoritas terbukti pas-pasan, artis tetap artis. Dia tetap jadi magnet. Mereka lebih sering muncul di layar televisi, ditanya tentang banyak topik. Jangan protes kalau jawabannya banyak yang tidak nyambung. Karena salah sendiri, artis ditanya soal banjir misalnya.

Dan kita tidak bisa menyalahkan, apalagi melarang artis ikut mengadu nasib untuk jadi anggota dewan, wali kota, gubernur, bahkan presiden sekalipun. Menjadi anggota dewan, wali kota, gubernur, dan presiden menjadi impian dan hak semua warga Indonesia.

Kita juga tidak bisa menyalahkan istri, anak, orang tua, kerabat, teman, atau siapa saja yang mendukung dan memilih artis untuk jadi anggota dewan, wali kota, gubernur, dan presiden.

Kita juga tidak punya alasan untuk melarang, calon wali kota atau gubernur, bahkan calon presiden yang menggandeng artis sebagai calon wakilnya. Kita tahu artis adalah magnet besar dalam mengumpulkan suara. Langkah mulus Ahmad Heryawan ke Gedung Sate, menurut banyak orang, karena faktor Dede Yusuf yang artis. Begitu juga dengan Ratu Atut Chosiyah yang, kata banyak orang, melenggang mulus jadi Gubernur Banten karena sosok Rano Karno.

Tentu soal formulasi artis dalam persaingan menuju kursi kekuasaan ini masih bisa diperdebatkan. Karena kemenangan Ahmad Heryawan dan Atut, bukan sepenuhnya karena faktor Dede dan Rano yang artis. Pendek kata kita tidak bisa dengan seenak udel menutup mata terhadap kemampuan siapa saja yang menggandeng artis dalam meraih kursi wali kota dan gubernur.

Sekarang Rachel Maryam dan Dede Yusuf sudah memanaskan sengitnya Pemilukada Jawa Barat. Dua nama yang dikenal sebagai artis ini belum ketahuan akan dipinang atau meminang siapa. Sebelumnya ada Rieke 'Oneng' Diah Pitaloka, yang wajahnya terpampang di banyak baliho, berdampingan dengan Bupati Subang yang dipecat dari jabatannya, Eep Hidayat.

Saya tidak mau meramal nasib Rachel, Dede, atau Rieke. Yang pasti saya tiba-tiba teringat pada banyak artis yang berkantor di Senayan sana. Apa kabarnya mereka? (*)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved