Mahasiswa Diminta Menhut Kampanye Lingkungan
Senin, 9 April 2012 13:47 WIB
Berita Terkait
- Permenhut 30/2012 Bisa Berefek Negatif
- Dongkrak Produktivitas Kayu Olahan, Jabar Butuh Investor
- Jabar Harus Manfaatkan Pasar Ekspor Kayu
- Ekspor Kayu Jabar Masih Rendah
- Tiap Tahun, Produk Kayu Jabar 2,2 Juta Kubik
- Ekspor Produk Industri Kehutanan Naik 3,3 Persen
- Kodiklat TNI AD Tanam 100 Ribu Pohon
- Cegah Deforestasi, 3 Jenis Pohon Ditanam di Taman…
- Menhut Banggakan Eksploitasi Alam Indonesia
- Konservasi Hutan 'MyBabyTree' Diresmikan
BANDUNG, TRIBUN - Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan meminta seluruh mahasiswa rajin mengampanyekan kesadaran lingkungan kepada masyarakat. Mahasiswa harus berada di garis terdepan untuk melestarikan lingkungan bersama masyarakat demi kesinambungan kehidupan di Bumi.
Menhut mengatakan hal itu saat membuka musyawarah kerja nasional I aktivis badan eksekutif mahasiswa/dewan mahasiswa perguruan tinggi agama Islam (PTAI) se-Indonesia di Universitas Islam Nusantara, Bandung (Uninus), Bandung, Jawa Barat, Senin (9/4/2012). Kegiatan ini dihadiri sedikitnya 800 aktivis mahasiswa dari 406 PTAI.
Menhut mengingatkan, kelestarian atau kehancuran hutan sangat bergantung kepada peranan manusia. Oleh karena itu, para mahasiswa harus bahu-membahu melestarikan kawasan hutan untuk menjaga lingkungan agar tidak menimbulkan bencana bagi manusia.
"Jika kawasan hutan rusak di hulu, maka masyarakat Bandung akan menderita akibat bencana alam. Jadi, hutan ini merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan dan harus dilestarikan," tutur Zulkifli. (*)
Menhut mengatakan hal itu saat membuka musyawarah kerja nasional I aktivis badan eksekutif mahasiswa/dewan mahasiswa perguruan tinggi agama Islam (PTAI) se-Indonesia di Universitas Islam Nusantara, Bandung (Uninus), Bandung, Jawa Barat, Senin (9/4/2012). Kegiatan ini dihadiri sedikitnya 800 aktivis mahasiswa dari 406 PTAI.
Menhut mengingatkan, kelestarian atau kehancuran hutan sangat bergantung kepada peranan manusia. Oleh karena itu, para mahasiswa harus bahu-membahu melestarikan kawasan hutan untuk menjaga lingkungan agar tidak menimbulkan bencana bagi manusia.
"Jika kawasan hutan rusak di hulu, maka masyarakat Bandung akan menderita akibat bencana alam. Jadi, hutan ini merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan dan harus dilestarikan," tutur Zulkifli. (*)
Editor : dar
Sumber : Kompas