80 Rumah Disapu Angin di Cirebon
Rabu, 4 April 2012 10:14 WIB

Ida Romlah
DISAPU ANGIN - Seorang warga RT 01/RW 03, Desa Dukuh, Kecamatan Kapetakan, Kabupaten Cirebon memperbaiki atap rumahnya yang rusak disapu angin kencang, Rabu (4/4) pagi. Sebanyak 80 rumah di Desa Dukuh mengalami kerusakan akibat angin kencang melanda, Selasa (3/4) malam.
DISAPU ANGIN - Seorang warga RT 01/RW 03, Desa Dukuh, Kecamatan Kapetakan, Kabupaten Cirebon memperbaiki atap rumahnya yang rusak disapu angin kencang, Rabu (4/4) pagi. Sebanyak 80 rumah di Desa Dukuh mengalami kerusakan akibat angin kencang melanda, Selasa (3/4) malam.
Berita Terkait
- BPBD: 98 Rumah Rusak Disapu Angin Kencang
- Angin Puting Beliung Sapu Puluhan Rumah
- Angin Puting Beliung Terjang 40 Rumah di Tasik
- Fery KMP BRR Berlabuh Darurat akibat Angin Kencang
- Satu Pohon Ditebang Diganti 3 Pohon Baru
- Antisipasi Cuaca Buruk, Puluhan Pohon Ditebang
- Angin Kencang Terjang Tiga Kampung di Cipatat
- Angin Kencang Masih Terjadi hingga 4 Hari Mendatang
- Warga Tasik Diminta Waspada Bencana
- 15 Desa di Cilacap Dilanda Angin Puting Beliung
CIREBON, TRIBUN - Sekitar 80 rumah di Desa Dukuh, Kecamatan Kapetakan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat rusak akibat disapu angin kencang, Selasa (3/4/2012) malam. Kerusakan rata-rata terjadi pada bagian atap.
Kuwu Dukuh, Nurudin mengatakan, angin kencang terjadi seklitar pukul 18.30 WIB yang disertai hujan. Hanya dalam hitungan menit, angin langsung menyapu atap rumah warganya, terutama di Blok 1 dan 2.
"Anginnya hanya sebentar, tapi sangat kencang," kata Nurudin, saat ditemui di Balai Desa Dukuh, Rabu (4/4/2012) pagi.
Sampai pagi tadi, warga masih memperbaiki atap rumahnya yang rusak. Warga mengaku tidak bisa tidur semalaman karena rumahnya bocor. (roh)
Kuwu Dukuh, Nurudin mengatakan, angin kencang terjadi seklitar pukul 18.30 WIB yang disertai hujan. Hanya dalam hitungan menit, angin langsung menyapu atap rumah warganya, terutama di Blok 1 dan 2.
"Anginnya hanya sebentar, tapi sangat kencang," kata Nurudin, saat ditemui di Balai Desa Dukuh, Rabu (4/4/2012) pagi.
Sampai pagi tadi, warga masih memperbaiki atap rumahnya yang rusak. Warga mengaku tidak bisa tidur semalaman karena rumahnya bocor. (roh)
Penulis : roh
Editor : turnip
Sumber : Tribun Jabar