Tagihan Pasien Ismi Capai Rp 292 Juta
Pihak Borromeus sudah bersedia membebaskan seluruh biaya pengobatan Ismi yang mencapai Rp 300 juta lebih setelah ia menuntut pihak RS lewat
Penulis: Siti Fatimah | Editor: Darajat Arianto
Kasus yang menimpa anak pasangan Ade Zulherman (41) dan Ira Atmirawati (34) ini sempat menghiasi sejumlah media di Jawa Barat tahun 2010 dan 2011, yang berujung pada gugatan perdata oleh Ade-Ira terhadap RS Borromeus sebesar Rp 10 miliar.
Namun setelah melalui empat belas kali sidang di PN Bandung, pasangan Ade-Ira, yang dibantu pengacara Adardam, kalah di pengadilan. Gugatan mereka untuk meminta rekam medis lengkap mengenai kondisi putri mereka dan ganti rugi Rp 10 miliar kandas pada sidang terakhir Oktober 2011.
Namun pasangan suami istri yang sehari-harinya pedagang kaki lima (PKL) ayam bakar-lalap sambal di Simpang Dago ini tidak gentar. Mereka ajukan banding atas putusan pengadilan tersebut. Saat ini kasus tersebut masih dalam proses banding.
"Jika saya kalah (lagi), saya akan pidanakan RS Borromeus ini," kata Ade di Ruang Irene RS Borromeus, Selasa pekan lalu.
Diceritakan Ade, ia sebenarnya telah "diusir" dari Borromeus sejak lama. Pihak Borromeus sudah bersedia membebaskan seluruh biaya pengobatan Ismi yang mencapai Rp 300 juta lebih setelah ia menuntut pihak RS lewat jalur hukum dan diekspos media. Namun Ade terus bertahan karena setelah Ismi keluar dari RS, bagaimana dengan pengobatan selanjutnya?
"Pada 15 November 2011 melalui tim biro hukum dan humas memperbolehkan Ismi pulang, tapi itu sebetulnya saya diusir," tegas Ade.
Sejak Oktober 2011 pula Ismi sudah tidak lagi mendapat kunjungan dari dokter anak yang pertama kali menangani Ismi dan melakukan operasi terhadap Ismi pada 26 September 2009. Ismi datang ke Borromeus dalam keadaan panas dan kejang. Tiga hari setelah itu Ismi dioperasi kepala karena panas tak kunjung turun.
Saat ini Ismi menerima fasilitas di kelas 3 Ruang Irene berupa makan minum dan pada Selasa lalu giginya sempat ditambal oleh dokter gigi anak. Fasilitas di ruang kelas 3 ini cukup baik karena memiliki fasilitas AC, televisi, dan kamar mandi air panas dan dingin. Ismi tinggal bersama lima orang anak lainnya yang silih berganti masuk-keluar perawatan.
Saat masuk perawatan Ade telah membayar uang muka Rp 10.500.000. Tagihan per 4 Februari 2012 telah menjadi Rp 292.942.600. Jumlah tersebut adalah dari total honor dokter dan perawatan sebesar Rp 303.442.600 dikurangi uang muka Rp 10.500.000. Tentu saja jumlah tersebut pasti akan terus membengkak karena untuk biaya kamar saja di kelas 3 Ruang Irene itu Rp 150.000 per malam.
Ade mengaku hidup akan lebih berat apalagi seiring akan naiknya BBM nanti. Namun ia tetap tidak akan menyerah atas nasib yang menimpa putrinya itu. (ary/tif)