Orang yang Butuh Darah Tetap Tinggi
Selasa, 3 April 2012 12:16 WIB

Petugas rumah sakit yang datang ke PMI membutuhkan darah.
Berita Terkait
- Dinkes Segera Cek Kasus DBD di Babakan Ciparay
- DBD Mulai Menyerang Warga
- Kasus Parodi Toli-toli Berujung Tak Bisa Ikut UN
- Cuci Darah Paling Banyak Ditalangi Jamkesmas
- Teh Hitam Bantu Turunkan Tensi Darah
- Rajin Pantau Tensi Turut Sehatkan Ginjal
- Warga Diminta Waspadai Musim Pancaroba
- Warga Pamoyanan Negatif Filariasis
- Pemeriksaan Darah Kasus Kaki Gajah Dilakukan di Dua…
- Hasil Pemeriksaan Tes Darah Keluar Pekan Depan
BANDUNG, TRIBUN - Kenaikan biaya penggantian pengolahan darah (BPPD) dari di Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Bandung tidak menyurutkan warga yang datang membutuhkan darah.
Seperti yang terpantau Tribun, Selasa (3/4) di PMI Jalan Aceh, sejak pagi para akseptor (orang yang mendapatkan donor) darah datang bergantian.
Para pengambil darah sebagian besar petugas rumah sakit di antaranya dari Rumah Sakit Sumedang, Rumah Sakit Ujungerung, Rumah Sakit Bersalin Sariningsih, dan lain-lain.
"Setiap hari saya beli darah untuk pasien, semula harganya Rp 200 ribu tapi sudah tiga hari jadi Rp 250 ribu per labu," ujar Ucup, petugas Rumah Sakit Ujungberung.
Ucup dan para petugas dari rumah sakit lainnya mengaku tak keberatan adanya kenaikan harga darah karena pasien yang membeli. "Saya hanya petugas berapa pun harganya dibeli," ujar Ucup. (tsm)
Seperti yang terpantau Tribun, Selasa (3/4) di PMI Jalan Aceh, sejak pagi para akseptor (orang yang mendapatkan donor) darah datang bergantian.
Para pengambil darah sebagian besar petugas rumah sakit di antaranya dari Rumah Sakit Sumedang, Rumah Sakit Ujungerung, Rumah Sakit Bersalin Sariningsih, dan lain-lain.
"Setiap hari saya beli darah untuk pasien, semula harganya Rp 200 ribu tapi sudah tiga hari jadi Rp 250 ribu per labu," ujar Ucup, petugas Rumah Sakit Ujungberung.
Ucup dan para petugas dari rumah sakit lainnya mengaku tak keberatan adanya kenaikan harga darah karena pasien yang membeli. "Saya hanya petugas berapa pun harganya dibeli," ujar Ucup. (tsm)
Penulis : tsm
Editor : turnip
Sumber : Tribun Jabar
