Pengusaha Terkejut Adanya Isu Pengurasan BBM
KETUA Bidang SPBU Hiswana Migas DPC Bandung-Sumedang, HM Ismeth, mengaku terkejut mendengar adanya modus penyimpangan BBM dengan nguras
Penulis: | Editor: Darajat Arianto
"Jelas, kalau ada pengencingan, kami mengalami kerugian. Tapi, isu itu baru saya ketahui," aku Ismeth, Kamis (29/3).
Diutarakan, sejauh ini pihaknya yang wilayah kerjanya mencakup Jabar, bersama instansi lain, termasuk PT Pertamina dan jajaran keamanan, melakukan koordinasi untuk mengawasi pendistribusian BBM pada setiap SPBU. "Monitoring terus kami lakukan. Tapi, tidak mudah dalam aplikasinya," kata Ismeth.
Ismeth mengatakan, jika beberapa tahun lalu, aksi kecurangan seperti pengencingan, relatif mudah terdeteksi. Dulu, pengencingan menggunakan ember. "Kalau sekarang, mungkin banyak modus yang dilakukan para oknum tersebut," tuturnya.
Ditegaskan, jika memang isu itu terbukti, pihaknya siap melakukan berbagai langkah. Di antaranya, tegas dia, jika terbukti, pihaknya berencana melakukan klaim kepada PT Pertamina.
Ismeth menyatakan, seandainya memang terbukti terjadi pengencingan, dalam hal penegakan hukum, pihaknya menyerahkannya kepada pihak berwajib, termasuk PT Pertamina.
"Secara hukum, tentunya, pelakunya kami serahkan kepada pihak berwajib, dalam hal ini kepolisian. Sedangkan jika terbukti terjadi pengencingan oleh oknum, untuk sanksi administratifnya, kami serahkan kepada PT Pertamina," papar Ismeth.
Asisten Manager External Relation Pemasaran BBM Retail Region III Jawa Bagian Barat PT Pertamina (Persero) Susi A Prasetya, juga mengaku baru mengetahui dan mendengar adanya kabar tersebut. Meski begitu, sambungnya, pihaknya segera melakukan pengecekan untuk mengetahui kebenaran isu tersebut. "Kami siap dan segera melakukan pengecekan," tegasnya.
Sejauh ini, ungkap Susi, pihaknya terus melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak. Pengawasan pun, dilakukan BUMN tersebut.
"Misalnya, kami mengawasi setiap pengisian BBM dari depot yang kemudian berlanjut pada pendistribusian pada setiap SPBU. Saat pengisian di depot, kami mengenakan alat ukur. Begitu juga ketika pencurahan pada setiap SPBU. Itu untuk mengetahui volume yang terdapat pada truk tanki, mulai pengisian di depot hingga pencurahan pada setiap SPBU," urai Susi.
Tidak itu saja, lanjutnya, setiap pengisian di depot, pihaknya memasang segel. Selain itu, tambahnya, setiap truk tanki dilengkapi GPS. Hal itu, ujarnya, memudahkan PT Pertamina untuk memantau dan mempermudah pengecekan setiap tanki.
Susi menyatakan, pihaknya menyiapkan sanksi untuk penyimpangan tersebut. Akan tetapi, ucap Susi, saat ini, pihaknya belum dapat menentukan jenis sanksinya. "Itu karena kami belum menerima pelaporannya. Jika memang ada, laporkan kepada kami, berapa nomor truk tankinya agar pengecekan menjadi lebih mudah," pungkasnya. (win)
* Berita selengkapnya Bisa dibaca di Tribun Jabar edisi cetak, Senin (2/4/2012)