Judul Buku Paling Aneh Tahun Ini
Senin, 2 April 2012 00:34 WIB
SEBUAH buku masak terbitan Thailand didapuk sebagai pemenang kompetisi buku dengan judul paling aneh tahun ini dan beroleh penghargaan Diagram.
Cooking With Poo (Memasak bersama Poo) adalah buku yang ditulis oleh seorang juru masak perempuan asal Bangkok, Saiyuud Diwong, yang memang biasa dipanggil Poo, yang dalam bahasa setempat berarti "kepiting". Sementara dalam bahasa Inggris, kata 'poo' bisa berarti kotoran hewan atau manusia.
Nona Kepiting jago masak ini mengelola sebuah sekolah memasak untuk warga lokal dan kalangan turis di kawasan kumuh terbesar Bangkok, dia juga menjalankan yayasan amal yang menerbitkan buku itu.
Buku setebal 114 halaman ini mengalahkan enam kompetitor lain yang bersaing untuk memperebutkan gelar judul buku paling aneh dan akhirnya berkat dukungan suara dari publik di situs The Bookseller, Poo menang.
Buku kedua yang beroleh penghargaan judul paling tidak lumrah adalah buku berjudul sangat panjang Mr Andoh's Pennine Diary: Memoirs of a Japanese Chicken Sexer in 1935 Hebden Bridge (Diari Tuan Andoh di Pennine: memoar seorang pakar kelamin ayam di Jembatan Hebden tahun 1953) karangan Stephen Curry dan Takayoshi Andoh.
Di tempat ketiga ada buku tulisan Scott D Mendelson berjudul The Great Singapore Penis Panic And Future of American Mass Hysteria (Panik penis luar biasa di Singapura serta masa depan histeria Amerika).
"Kita tahu seisi dunia memang penggemar Poo tapi sekarang kita tahu dengan pasti!," kata Anji Barker, seorang pekerja sosial yang mengabdikan diri untuk Yayasan Urban Neighbours of Hope yang dikelola Saiyuud Diwong di Bangkok.
"Poo sudah menjual 6.000 buku ini dan kelas memasaknya selalu penuh. Dia bukan hanya mengentaskan keluarganya dari kemiskinan, tetapi berhasil mempekerjakan 20 warga kawasan kumuh lainnya."
Poo alias Saiyuud Diwong Sendiri mengatakan, "Terimakasih semuanya. Saya sangat beruntung punya nama panggilan yang lucu ini, sangat membantu usaha saya."
Judul-judul buku lain yang juga masuk nominasi adalah Estonian Sock Patterns All Around the World (Pola kaos kaki Estonia di seluruh dunia), The Mushroom in Christian Art (Jamur dalam seni Kristen), A Taxonomy of Office Chairs (Taksonomi kursi kantor) serta A Century of Sand Dredging in the Bristol Channel: Volume Two (Seabad pengerukan pasir di Selat Bristol; Voume dua).
Tahun lalu judul buku pemenang kompetisi ini adalah karya mantan dokter gigi Michael Young, berjudul Managing a Dental Practice the Genghis Khan Way (Mengelola praktek dokter gigi cara Genghis Khan).
Pengelola situs Bookseller Horace Bent mengatakan tahun ini tiga buku yang yang mendapat suara terbanyak mengandung kata 'poo', 'sexer' dan 'penis' dalam judulnya. "Maka kelihatannya pemenang tahun ini akan ditulis dalam sejarah sebagai tahun biru," ujarnya. (bbc)
Cooking With Poo (Memasak bersama Poo) adalah buku yang ditulis oleh seorang juru masak perempuan asal Bangkok, Saiyuud Diwong, yang memang biasa dipanggil Poo, yang dalam bahasa setempat berarti "kepiting". Sementara dalam bahasa Inggris, kata 'poo' bisa berarti kotoran hewan atau manusia.
Nona Kepiting jago masak ini mengelola sebuah sekolah memasak untuk warga lokal dan kalangan turis di kawasan kumuh terbesar Bangkok, dia juga menjalankan yayasan amal yang menerbitkan buku itu.
Buku setebal 114 halaman ini mengalahkan enam kompetitor lain yang bersaing untuk memperebutkan gelar judul buku paling aneh dan akhirnya berkat dukungan suara dari publik di situs The Bookseller, Poo menang.
Buku kedua yang beroleh penghargaan judul paling tidak lumrah adalah buku berjudul sangat panjang Mr Andoh's Pennine Diary: Memoirs of a Japanese Chicken Sexer in 1935 Hebden Bridge (Diari Tuan Andoh di Pennine: memoar seorang pakar kelamin ayam di Jembatan Hebden tahun 1953) karangan Stephen Curry dan Takayoshi Andoh.
Di tempat ketiga ada buku tulisan Scott D Mendelson berjudul The Great Singapore Penis Panic And Future of American Mass Hysteria (Panik penis luar biasa di Singapura serta masa depan histeria Amerika).
"Kita tahu seisi dunia memang penggemar Poo tapi sekarang kita tahu dengan pasti!," kata Anji Barker, seorang pekerja sosial yang mengabdikan diri untuk Yayasan Urban Neighbours of Hope yang dikelola Saiyuud Diwong di Bangkok.
"Poo sudah menjual 6.000 buku ini dan kelas memasaknya selalu penuh. Dia bukan hanya mengentaskan keluarganya dari kemiskinan, tetapi berhasil mempekerjakan 20 warga kawasan kumuh lainnya."
Poo alias Saiyuud Diwong Sendiri mengatakan, "Terimakasih semuanya. Saya sangat beruntung punya nama panggilan yang lucu ini, sangat membantu usaha saya."
Judul-judul buku lain yang juga masuk nominasi adalah Estonian Sock Patterns All Around the World (Pola kaos kaki Estonia di seluruh dunia), The Mushroom in Christian Art (Jamur dalam seni Kristen), A Taxonomy of Office Chairs (Taksonomi kursi kantor) serta A Century of Sand Dredging in the Bristol Channel: Volume Two (Seabad pengerukan pasir di Selat Bristol; Voume dua).
Tahun lalu judul buku pemenang kompetisi ini adalah karya mantan dokter gigi Michael Young, berjudul Managing a Dental Practice the Genghis Khan Way (Mengelola praktek dokter gigi cara Genghis Khan).
Pengelola situs Bookseller Horace Bent mengatakan tahun ini tiga buku yang yang mendapat suara terbanyak mengandung kata 'poo', 'sexer' dan 'penis' dalam judulnya. "Maka kelihatannya pemenang tahun ini akan ditulis dalam sejarah sebagai tahun biru," ujarnya. (bbc)
Editor : swo
Sumber : Sumber Lain