Fanny Habibie Sakit Jantung
Senin, 12 Maret 2012 11:28 WIB
Berita Terkait
- Ketika Habibie Jadi Rebutan untuk Obyek Berfoto
- Main Film, BCL Konon Pasang Tarif Rp 1 Miliar
- Satu Kunci Jadi Wirausaha ala Habibie
- Nobar 'Habibie & Ainun' Mengapresiasi World Muslimah…
- Buku 'Habibie & Ainun' Sudah Terjual 150.000
- Habibie Dikerubuti Pembeli Buku Habibie & Ainun
- Aher-Netty Terharu Tonton Film 'Habibie dan Ainun'
- Prabowo Menyesal Tak Jadi Kudeta Habibie
- SBY, Boediono, Habibie Tonton Habibie & Ainun
- Pemerintah Malaysia Desak Zainuddin Minta Maaf ke…
JAKARTA, TRIBUN - Junus Efendi (JE) Habibie sempat dirawat di Rumah Sakit Harapan Kita selama 16 hari karena penyakit jantung. Usai dirawat ia diperbolehkan pulang. Selanjutnya, setelah tujuh hari di rumah, Minggu (11/3/2012), pukul 10.05, JE Habibie, kembali masuk rumah sakit. Kali ini ia dirawat di Rumah Sakit Cipto Mangungkusumo (RSCM) Kencana.
"Almarhum masuk RSCM Kencana tidak pakai ambulans hanya mobil pribadi dan masih bisa jalan," kata adik almarhum, Timmy Habibie, saat ditemui di RSCM Kencana, Senin (12/3/2012).
JE Habibie yang akrab disapa Fanny Habibie wafat pagi tadi, Senin, pukul 07.20, di RSCM. Almarhum disemayamkan di rumah duka, Jalan Prapanca Buntu 39. Rencananya, sore nanti almarhum akan dimakamkan di Taman Pemakaman Umum Tanah Kusir.
"Sesuai dengan permintaan almarhum, kami akan memakamkan di TPU Tanah Kusir, satu lobang dengan mendiang istri almarhum, Miriam Habibie. Almarhum meninggalkan tiga orang putra dan delapan orang cucu," kata Timmy menambahkan.
Fanny pernah meniti karir dalam korps angkatan laut. Ia masuk Akademi Angkatan Laut, Surabaya, pada 1961 dan memutuskan berhenti pada 1965 dengan pangkat terakhir kapten. Selanjutnya, ia meniti karir sebagai birokrat. Terakhir ia menjabat sebagai Duta Besar Indonesia di Kerajaan Belanda. (*)
"Almarhum masuk RSCM Kencana tidak pakai ambulans hanya mobil pribadi dan masih bisa jalan," kata adik almarhum, Timmy Habibie, saat ditemui di RSCM Kencana, Senin (12/3/2012).
JE Habibie yang akrab disapa Fanny Habibie wafat pagi tadi, Senin, pukul 07.20, di RSCM. Almarhum disemayamkan di rumah duka, Jalan Prapanca Buntu 39. Rencananya, sore nanti almarhum akan dimakamkan di Taman Pemakaman Umum Tanah Kusir.
"Sesuai dengan permintaan almarhum, kami akan memakamkan di TPU Tanah Kusir, satu lobang dengan mendiang istri almarhum, Miriam Habibie. Almarhum meninggalkan tiga orang putra dan delapan orang cucu," kata Timmy menambahkan.
Fanny pernah meniti karir dalam korps angkatan laut. Ia masuk Akademi Angkatan Laut, Surabaya, pada 1961 dan memutuskan berhenti pada 1965 dengan pangkat terakhir kapten. Selanjutnya, ia meniti karir sebagai birokrat. Terakhir ia menjabat sebagai Duta Besar Indonesia di Kerajaan Belanda. (*)
Editor : dar
Sumber : Kompas