Guru Harus Bisa Ciptakan Kreativitas
Jumat, 9 Maret 2012 18:08 WIB
Berita Terkait
- Naser Belum Kembali, Djadjang Siapkan Pengganti
- PTN di Bandung Masih Tinggi Peminat
- SBMPTN 2013 di Kota Bandung diikuti 37.682 Peserta
- Guru Honorer Jangan Tergiur Program
- Polisi Diminta Serius Tangani Penipuan oleh Oknum…
- Guru Honorer Tergiur Honor Nasional
- Omjay, Guru yang Suka Menulis dan 'Nge-blog'
- 12 Guru SMK Terima Hadiah Menginap di Hotel Mewah
- Jamsostek Sambangi SMA di Sumedang
- Sejumlah BUMN Beri Motivasi Pelajar
BANDUNG, TRIBUN - Agar murid atau siswa mampu berkreativitas, salah
satunya harus ditumbuhkan dengan berlatih di dalam kelas. Siswa tidak
harus monoton dalam mengerjakan suatu karya baik berupa gambar atau
prakarya. Tapi siswa bisa membuat karya lebih dengan menggabungkan
keduanya.
Hal inilah yang digagas Faber-Castell dalam acara "Workshop Kreatifitas Guru Faber Castell" di Hotel Guci Jalan Pasirkaliki Bandung, Jumat (9/3).
Dalam rilis yang diterima Tribun, tim creative developer Faber Castell Rizal Tri Susanto mengatakan, selama ini ketika guru meminta siswanya untuk menggambar maka yang kerap digambar oleh siswa adalah gambar pemandangan alam seperti gunung, matahari, jalan, dan sawah. Siswa di sekolah hanya terpaku pada satu model dan ini terjadi di hampir semua daerah di Indonesia.
Menurutnya, kreativitas menggambar pada anak-anak bisa diajarkan dengan memadukan berbagai hal sekaligus. Semisal dengan menggambar planet, anak-anak juga sekaligus diberi pengetahuan mengenai apa saja planet, apa ciri-cirinya, bahasa Inggrisnya, dan lain sebagainya.
"Bila guru kreatif maka pembelajaran yang sebetulnya sulit bisa lebih mudah. Guru juga tidak dituntut punya bakat melukis agar bisa mengajarkan bagaimana menggambar yang baik kepada siswa. Dengan berbekal kepercayaan diri dan kreatifitas, seorang guru juga bisa memberikan pengajaran yang berbeda dan menularkan kreatifitasnya kepada siswa," katanya.
Ia juga mengatakan, dengan adanya pelatihan ini diharapkan bisa mengubah mindset agar semua bisa berpikir kreatif. Salah satunya dengan Metode doodling yakni menggambar dari coretan. Coretan apapun bisa diubah menjadi bermacam-macam gambar. (*)
Hal inilah yang digagas Faber-Castell dalam acara "Workshop Kreatifitas Guru Faber Castell" di Hotel Guci Jalan Pasirkaliki Bandung, Jumat (9/3).
Dalam rilis yang diterima Tribun, tim creative developer Faber Castell Rizal Tri Susanto mengatakan, selama ini ketika guru meminta siswanya untuk menggambar maka yang kerap digambar oleh siswa adalah gambar pemandangan alam seperti gunung, matahari, jalan, dan sawah. Siswa di sekolah hanya terpaku pada satu model dan ini terjadi di hampir semua daerah di Indonesia.
Menurutnya, kreativitas menggambar pada anak-anak bisa diajarkan dengan memadukan berbagai hal sekaligus. Semisal dengan menggambar planet, anak-anak juga sekaligus diberi pengetahuan mengenai apa saja planet, apa ciri-cirinya, bahasa Inggrisnya, dan lain sebagainya.
"Bila guru kreatif maka pembelajaran yang sebetulnya sulit bisa lebih mudah. Guru juga tidak dituntut punya bakat melukis agar bisa mengajarkan bagaimana menggambar yang baik kepada siswa. Dengan berbekal kepercayaan diri dan kreatifitas, seorang guru juga bisa memberikan pengajaran yang berbeda dan menularkan kreatifitasnya kepada siswa," katanya.
Ia juga mengatakan, dengan adanya pelatihan ini diharapkan bisa mengubah mindset agar semua bisa berpikir kreatif. Salah satunya dengan Metode doodling yakni menggambar dari coretan. Coretan apapun bisa diubah menjadi bermacam-macam gambar. (*)
Penulis : tif
Editor : dar
Sumber : Tribun Jabar