Selasa, 9 Juni 2026

Cuek atau Respek

PASIEN suspect flu burung meninggal dunia. Virus H5N1 kembali menebar teror. Kali ini, puluhan unggas di Babakan Ciparay Kota Bandung, terpaksa

Tayang:
Penulis: Ferri Amiril Mukminin | Editor: Darajat Arianto
* Ferri Amiril Mukminin, Wartawan Tribun Jabar

PASIEN suspect flu burung meninggal dunia. Virus H5N1 kembali menebar teror. Kali ini, puluhan unggas di RW 06 Kelurahan Margahayu Utara, Kecamatan Babakan Ciparay Kota Bandung, terpaksa dimusnahkan karena positif terjangkit avian influenza (AI). Dua ayam lolos dari pemusnahan. Tidak ada kabar lagi dari dua ekor ayam yang lolos dari pemusnahan tersebut.

Begitu cepatnya penyebaran virus membuat warga yang memiliki unggas waswas. Unggas tidak hanya ayam saja, banyak warga yang memelihara bebek, angsa, dan burung.
Ada yang memelihara unggas untuk sekadar hobi. Sebagian lagi memelihara untuk lahan bisnis mereka. Tidak sedikit warga yang memiliki peternakan ayam, peternakan bebek, peternakan angsa, dan peternakan burung.

Bagi yang memelihara dan sekadar hobi mungkin memusnahkan beberapa ekor ayam tidak akan menjadi masalah. Namun bagi pecinta burung berkicau, memusnahkan satu ekor burung dengan harga jutaan tentu akan terjadi pro kontra dalam benaknya. Atau, bagi pemilik peternakan yang harus merelakan ratusan unggasnya misalnya. Tentu hal ini akan menjadi berat dan terjadi keterpaksaan.

Sekitar tahun 2003, warga menjadi takut untuk makan ayam karena teror dari flu burung yang maha dahsyat tersebut. Harga daging ayam anjlok, peternak merugi. Tidak sedikit peternakan yang tutup akibatnya. Tidak hanya peternakan ayam, pasar burung pun menjadi sepi. Begitu dahsyat efeknya berimbas dan merembet.

Efek lainnya adalah bagi perajin kandang ayam dan kandang burung. Order mereka langsung jatuh akibat flu burung ini. Perajin kandang burung perkutut di daerah Karangtengah Kabupaten Cianjur misalnya. Di daerah sana juga banyak yang gulung tikar akibat flu burung ini. Lalu beberapa tahun kemudian mereka kembali merangkak untuk merintis usahanya kembali.

Di tengah perjuangan para peternak ayam, penggemar burung, dan perajin kandang burung, saat ini flu burung kembali terjadi.

Unggas yang positif harus dimusnahkan untuk mencegah penyebaran penyakit ini. Harapan dengan dimusnahkannya unggas, flu burung bisa diatasi. Ternyata pengorbanan ratusan mungkin ribuan unggas sejak kemunculan flu burung tetap tak mampu mematikan virus ini. Saat ini virus kembali hadir di tengah kita dan memakan korban lagi. Cuek atau respek dengan adanya pemusnahan demi pencegahan, mungkin dua sikap yang saat ini muncul.

Tentu semua berharap virus ini akan musnah untuk selamanya sehingga tidak lagi mengganggu ketenangan dan kesehatan semua orang. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved