Minggu, 21 Desember 2014
Tribun Jabar

Perlu Program Kreatif Tangani Anak Jalanan

Selasa, 6 Maret 2012 17:40 WIB

CIMAHI, TRIBUN - Dari tahun ke tahun, jumlah anak jalanan yang berkeliaran di jalanan, semakin bertambah saja jumlahnya. Persoalan ini membuat pengentasan anak jalanan semakin sulit dipecahkan, terlebih belum ada koordinasi yang kuat dalam masalah penanganan anak jalanan di tingkat kabupaten kota di Jawa Barat.

Menurut Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Provinsi Jabar, Netty Heryawan,  hingga saat ini, koordinasi yang terjalin antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar dengan kota dan kabupaten dalam penanganan anak jalanan masih lemah.

Menurut Netty, masih sering terjadi masing-masing kota dan kabupaten bekerja sendiri-sendiri, sehingga penanganan masalah anak jalanan tak pernah bisa selesai.

"Bahkan, banyak anggapan jika persoalan anak jalanan hanya pekerjaan rumah Dinas Sosial (Dinsos) saja. Padahal kan tidak. Untuk menuntaskannya diperlukan kerjasama dari semua pihak," terang Netty usai membuka Rapat Koordinasi Penanganan Anak Jalanan di Kantor Dinsos Provinsi Jabar, Jalan Cibabat, Kota Cimahi, Selasa (6/3).

Adanya kebijakan otonomi daerah, menurut Netty, disinyalir menjadi salah satu faktor yang membuat tingkat koordinasi penanganan anak jalanan menjadi lemah antara provinsi dengan tingkat kota kabupaten di Jabar. Otonomi daerah membuat pihak pemerintah kota kabupaten kerap cuci tangan dalam menangani persoalan anak jalanan.

Oleh karena itu, Netty menekankan dibutuhkanya sebuah program terobosan yang kreatif dan inovatif dengan menyelaraskan program antara pemerintah provinsi serta daerah dengan melibatkan semua pihak. "Tanpa terobosan seperti itu, persoalan anak jalanan akan tetap sulit ditangani sampai kapanpun," ujar Netty yang juga selaku Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jabar. (*)
Penulis: set
Editor: dar
Sumber: Tribun Jabar

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas